September 15, 2009

Apa yang Kelihatan Baik Belum Tentu Benar Adanya

Suatu sore, seorang pemuda datang ke sebuah restoran yang menjual ayam goreng dan membeli 9 potong ayam. Ia membawa ayam gorengnya ke taman, untuk dinikmati bersama kekasihnya di bawah sinar rembulan yang romantis. Ketika membuka bungkusan ayam goreng itu, pemuda itu terkejut. Bukan ayam yang didapatinya, melainkan uang hasil penjualan restoran itu sebanyak 9000 dollar. Pemuda itu kemudian mengembalikan uang itu dan meminta ayam goreng sebagai gantinya. Pemilik restoran, merasa kagum atas kejujuran si pemuda, menanyakan namanya dan mengatakan hendak menelpon wartawan surat kabar dan stasiun televisi agar membuat cerita tentang si pemuda. Ia akan menjadi pahlawan, sebuah contoh nilai kejujuran dan moral yang akan mengilhami yang lain!

Namun pemuda yang sedang lapar itu menolaknya. "Kekasihku sedang menunggu. Aku hanya ingin ayam gorengku." Pemilik restoran menjadi semakin kagum atas sikap si pemuda yang begitu rendah hati. Ia memohon agar diijinkan menceritakan kejadian itu kepada wartawan. Pada saat itulah si pemuda jujur menjadi marah dan meminta ayam gorengnya.

"Aku tidak mengerti" kata pemilik restoran. "Anda adalah satu-satunya pemuda jujur di tengah dunia yang tidak jujur! Ini merupakan suatu kesempatan yang baik untuk mengatakan kepada dunia bahwa masih ada orang-orang jujur yang mau bertindak benar. Saya mohon, beritahukan nama Anda dan juga nama wanita itu. Apakah ia istrimu?"

"Itulah masalahnya," kata si pemuda. "Istriku ada di rumah. Wanita di dalam mobil itu adalah kekasihku. Sekarang berikan ayamku agar aku dapat pergi dari sini."

Moral of the story: Mudah untuk terlihat baik di depan orang-orang yang tidak mengenalmu. Banyak di antara kita yang melakukan perbuatan baik di sana sini, pergi ke tempat ibadah, berkata benar, dan semua orang mengira kita adalah sosok ideal yang sebenarnya tidak demikian.

Yang terpenting adalah apa yang ada di dalam hatimu. Tidaklah Penting berapa banyak hal yang kau perbuat atau apa yang orang lain kira tentang dirimu. Yang penting adalah hal yang terdalam. Jangan lakukan sesuatu supaya orang lain menyukaimu atau supaya seseorang kagum padamu - lakukan sesuatu untuk dirimu sendiri, jadikan dirimu seseorang yang lebih baik.


Read More..

Jalan Keselamatan...

Oleh:Marolop Simatupang

Banyak orang mengatakan jalan menuju pengharapan, kebahagiaan dan surga itu banyak. Bermacam-macam filsafat, kepercayaan dan ide yang masing-masing memiliki akhir kebenaran sendiri-sendiri.

Bahwa kehidupan manusia itu sangat dihargai sekali adalah benar. Mayoritas kita ingin hidup di dunia ini selama mungkin. Masing-masing kita mendambakan hidup yang kekal. Namun, hanya ada Satu Jalan untuk mendapatkan kebahagiaan yang sebenarnya. Hanya ada Satu Kebenaran yang bisa membuat manusia bebas dari dosa. Hanya Satu Kehidupan yang bisa memberikan hidup yang kekal bagi manusia. Yesus Kristus, Anak Allah, adalah Jalan dan Kebenaran dan Hidup seperti yang disebutkan dalam kitab Yohanes 14:6, Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.


Yesus Kristus adalah Jalan dan Kebenaran dan Hidup karena Dia mati untuk dosa-dosa kita. Manusia berdosa karena melanggar hukum Tuhan (Roma 3:23; 1 Yohanes 3:4). Dan Kitab Suci mengatakan bahwa Upah dosa ialah maut(Roma 6:23). Maut adalah kematian yang kedua di neraka (Wahyu 21:8; Matius 10:28). Karena dosa, kita layak mendapat hukuman yang kekal di neraka. Namun Allah tidak menghendaki satu orang pun binasa (Kisah Rasul17:31), sehingga dalam kasih anugrah-Nya yang Agung, Ia mengutus Putra-Nya yang Tunggal mati di kayu salib untuk menebus dosa umat manusia (Yohanes 3:16-17; Roma 5:6-10; 6:17-23)

Yesus Kristus adalah Jalan dan Kebenaran dan Hidup karena Dia telah bangkit dari kematian. Sebelum Kristus datang, kita hidup di dunia kekelaman tanpa pengharapan. Tapi sekarang Kristus telah datang dan menaklukkan kematian, bangkit dari kubur. Karena Yesus telah menaklukkan kematian, maka Dia mampu memberi kita kemenangan dan menaklukkan kematian (1 Korintus 15:20-23; Wahyu 1:17-18). Dalam Yohanes 11:25, Yesus berfirman, Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati.

Yesus Kristus adalah Jalan dan Kebenaran dan Hidup karena Dia akan menghakimi semua manusia pada akhir zaman (Kisah Rasul 17:31). Semua akan berdiri di hadapan Kristus dan mempertanggung-jawabkan kehidupannya di bumi. Paulus, rasul yang di-ilhami menulis, Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat.(2 Korintus 5:10).

Yesus Kristus satu-satunya jalan menuju hidup yang kekal. Ia adalah Kebenaran. Tak seorang pun sampai kepada Bapa memperoleh hidup kekal kecuali melalui Dia. Supaya kita memperoleh berkat dari Kristus, kita harus percaya bahwa Ia adalah Anak Allah yang hidup, sebab Yesus sendiri bersabda, Karena itu tadi Aku berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu; sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu.(Yohanes 8:24)

Kita juga harus bertobat dari dosa (Lukas 13:3) serta mengakui Kristus di hadapan manusia. Seseorang tidak akan menerima berkat rohani dari Kristus kalau ia sendiri tidak mengakui-Nya di hadapan manusia. Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga.(Matius 10:32-33).

Setelah itu harus dibaptiskan ke dalam Kristus agar memperoleh pengampunan dari dosa (Kisah Rasul 2:38). Yesus berfirman, Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.(Markus 16:16). Yesus Kristus adalah Jalan dan Kebenaran dan Hidup yang sesungguhnya. Seseorang tidak akan selamat, sampai kepada Bapa kecuali melalui Dia (Kis. 4:12).


Read More..

April 2, 2009

KESAKSIAN YESUS (Part 2)

Johannes 10: 11-18

Jesus berkata :

“ Akulah gembala yang baik.Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya, sedangkan seorang upahan yang bukan gembala, dan yang bukan pemilik domba-domba itu sendiri, ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lari, sehingga serigala itu menerkam dan mencerai-beraikan domba-domba itu. Ia lari karena ia seorang upahan dan tidak memperhatikan domba-domba itu.

Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku , sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku.
Ada lagi domba-dombaKu lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.



Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali. Tidak seorang pun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku.”

Johannes 10: 24-30

Maka orang-orang Yahudi mengelilingi Dia dan berkata kepada-Nya: ”Berapa lama lagi Engkau membiarkan kami hidup dalam kebimbangan? Jikalau Engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami.”

Yesus menjawab mereka: ”Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku, tetapi kamu tidak percaya, karena kamu bukan domba-domba-Ku.

Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka tidak akan pernah binasa ( tidak mengalami kematian kekal ) dan tidak seorang pun akan merebut mereka dari tangan-Ku.

Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapa pun, dan seorang pun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa.

30. Aku dan Bapa adalah satu.”



JALAN , KEBENARAN , HIDUP
( Johanes 14:1-31 )


Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Elohim, percayalah juga kepada-Ku.
Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. ika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.
Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada.
Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ.”

Kata Thomas kepada-Nya: “Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ? “

Kata Yesus kepadanya : ” Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia.”

Kata Filipus kepada-Nya: “Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami.”

Kata Yesus kepadanya: ” Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku ? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami.
Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku ?

Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya.
Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa;dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak.

Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya. “

” Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.

Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.
Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu.

Tinggal sesaat lagi dan dunia tidak akan melihat Aku lagi, tetapi kamu melihat Aku, sebab Aku hidup dan kamu pun akan hidup.
Pada waktu itulah kamu akan tahu, bahwa Aku di dalam Bapa-Ku dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.

Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya. “
Read More..

KESAKSIAN YESUS (Part 1)

Johanes 8: 12-59

12. Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: ”Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, tetapi akan mempunyai Terang kehidupan.”

13. Kata orang-orang Farisi kepada-Nya: ”Engkau bersaksi tentang diri-Mu, kesaksian-Mu tidak benar.”

14. Jawab Yesus kepada mereka, kata-Nya: ”Biarpun Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, namun kesaksian-Ku ini benar, sebab Aku tahu dari mana Aku datang dan ke mana Aku pergi. Tetapi kamu tidak tahu dari mana Aku datang dan ke mana Aku pergi.
15. Kamu menghakimi menurut ukuran daging ( manusia ); Aku tidak menghakimi seorang pun ( menurut ukuran manusia => red ).
16. Dan jikalau Aku menghakimi, maka penghakiman-Ku adalah benar, sebab Aku tidak seorang diri, tetapi Aku dan sang Bapa yang mengutus Aku.
17. Ini juga tertulis dalam kitab hukummu, bahwa kesaksian dua orang adalah benar .
18. Aku sendiri yang membuat pernyataan dari diriKu sendiri, dan Bapa yang mengutus Aku yang telah membuat pernyataan melalui Aku.”

19. Maka kata mereka kepada-Nya: ”Di manakah Bapa-Mu?”

Jawab Yesus: ” Kamu tidak kenal Aku ataupun Bapa-Ku . Jikalau kamu telah mengenal Aku, kamu tentu telah mengenal Bapa-Ku juga.”

20. Kata-kata itu dikatakan Yesus dekat perbendaharaan, waktu Ia mengajar di dalam Bait Allah. Dan tidak seorang pun yang menangkap Dia, karena saat-Nya belum tiba.

21. Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak : ”Aku akan pergi dan kamu akan mencari Aku, dan kamu akan mati dalam dosa-dosa mu. Ke tempat Aku pergi, kamu tidak bisa datang.”

22.Maka kata orang-orang Yahudi itu: ”Apakah Ia mau bunuh diri ? sebab dikatakan-Nya: Ke tempat Aku pergi, kamu tidak bisa datang ”

23. Lalu Ia berkata kepada mereka: ”Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini. 24. Karena itu tadi Aku berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosa-dosa mu : jikalau kamu tidak percaya bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosa-dosa mu.”



25. Maka kata mereka kepada-Nya: ”Siapakah Engkau?”

Jawab Yesus kepada mereka: ” Hal yang sama sebagaimana telah kukatakan pada mu dari permulaan .

26. Banyak hal yang harus Ku katakan dan Ku tegur tentang kamu; tetapi Dia yang mengutus Aku adalah kebenaran, dan apa yang Ku katakan kepada dunia adalah apa yang telah Ku dengar dari Nya.”

27. Mereka tidak mengerti, bahwa Ia berbicara kepada mereka tentang Bapa.

28. Maka kata Yesus: ”Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal sebagaimana diajarkan Bapa Ku kepada Ku.
29. Dan Ia yang mengutus Aku adalah bersama Ku : sang Bapa tidak membiarkan Aku sendiri, karena Aku senantiasa berbuat hal-hal yang berkenan kepada-Nya.”

30. Setelah Yesus mengatakan semuanya itu, banyak orang percaya kepada-Nya.

31. Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: ”Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, maka kamu adalah benar-benar murid-Ku 32. dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.”

33. Jawab mereka: ”Kami adalah keturunan Abraham dan tidak pernah menjadi hamba siapa pun. Bagaimana Engkau dapat berkata : kamu akan merdeka ?”

34. Kata Yesus kepada mereka: ” Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa. 35. Dan hamba tidak tetap tinggal dalam rumah, tetapi Anak tetap tinggal dalam rumah. 36. Jadi apabila Anak memerdekakan kamu, kamu pun benar-benar merdeka.”

37. “Aku tahu, bahwa kamu adalah keturunan Abraham, tetapi kamu mencari jalan untuk membunuh Aku, karena firman-Ku tidak beroleh tempat di dalam kamu. 38. Aku mengatakan apa yang kulihat pada Bapa-Ku, dan kamu berbuat apa yang kamu lihat dari bapamu.”

39Jawab mereka kepada-Nya: ”Bapa kami ialah Abraham.”

Kata Yesus kepada mereka: ”Jikalau kamu anak-anak Abraham, tentulah kamu mengerjakan pekerjaan yang dikerjakan oleh Abraham. 40.Tetapi nyatanya kamu mencari jalan untuk membunuh Aku , seorang yang mengatakan kebenaran kepadamu yaitu yang Kudengar dari Tuhan; pekerjaan yang demikian tidak dikerjakan oleh Abraham. 41. Kamu mengerjakan pekerjaan bapamu sendiri.”

Jawab mereka: ”Kami tidak dilahirkan dari zinah. Bapa kami satu, yaitu Tuhan.”

42. Kata Yesus kepada mereka: ”Jikalau Tuhan adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Tuhan. Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku.

43. Mengapa kamu tidak mengerti ucapan-Ku ? juga apa sebab kamu tidak dapat menangkap firman-Ku. 44. Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.
45. Tetapi karena Aku mengatakan kebenaran kepadamu, kamu tidak percaya kepada-Ku.

46. Siapakah di antaramu yang dapat membuktikan bahwa Aku berbuat dosa? Jika Aku mengatakan kebenaran, mengapakah kamu tidak percaya kepada-Ku?

47. Dia yang berasal dari Tuhan, mendengarkan ucapan Tuhan ; sebab itulah kamu tidak mendengarnya karena kamu tidak berasal dari Tuhan.”

48.Kemudian orang-orang Yahudi menjawab Yesus: ”Bukankah benar kalau kami katakan bahwa Engkau orang Samaria dan kerasukan setan?”

49. Jawab Yesus: ”Aku tidak kerasukan setan, Aku menghormati Bapa-Ku, tetapi kamu tidak menghormati Aku. 50. Dan Aku tidak mencari hormat bagi-Ku ; ada juga seorang yang mencari hormat dan menghakimi.

51. Sesungguhnya, Aku katakan kepadamu : Barang siapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya.”

52. Kemudian kata orang-orang Yahudi kepada-Nya : ”Sekarang kami tahu, bahwa Engkau kerasukan setan. Sebab Abraham telah mati, dan demikian juga nabi-nabi, namun Engkau berkata: Barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya. 53. Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kita Abraham, yang telah mati ! Nabi-nabi pun telah mati; dengan siapakah Engkau samakan diri-Mu?’‘

54. Jawab Yesus: ”Jikalau Aku memuliakan diri-Ku sendiri, maka kemuliaan-Ku itu tidak ada artinya. Bapa-Ku lah yang memuliakan Aku, tentang siapa kamu berkata bahwa Dia adalah Tuhan kamu, 55. Padahal kamu tidak mengenal Dia, tetapi Aku mengenal Dia.
Dan jika Aku berkata: Aku tidak mengenal Dia, maka Aku adalah pendusta, sama seperti kamu, tetapi Aku mengenal Dia dan Aku memelihara firman-Nya.
56.Abraham bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hari-Ku dan ia telah melihatnya dan ia bersukacita.”

57. Maka kata orang-orang Yahudi itu kepada-Nya: ”Umur-Mu belum sampai lima puluh tahun dan Engkau telah melihat Abraham?”

58. Kata Yesus kepada mereka: ” Sesungguhnya Aku katakan kepadamu, sebelum Abraham jadi, Aku ada.”

59. Lalu mereka mengambil batu untuk melempari Dia; tetapi Yesus menghilang dan meninggalkan Bait Allah.

Read More..

Siapakah MESIAS?

Mesiah atau Mesias atau Messiah atau Mashiach , atau dalam bahasa lain disebut Xristos atau Kristus atau Christ , artinya adalah Jurus Selamat yang keberadaanNya kekal abadi , yang satu-satunya dan yang penuh berkat .

Ramalan / Nubuatan / Janji tentang kedatangan Mesiah ( Juru Selamat )

Ramalan / nubuatan / janji tentang kedatangan seorang Mesiah di kitab-kitab tua Jahudi, kalau kita koleksi diprediksi lebih dari 300 ramalan tentang Mesiah ( Juru Selamat ) yang akan datang untuk Jahudi dan dunia.

Prediksi ini ditulis oleh berbagai penulis, dalam berbagai buku tua, diperkirakan melampaui selama 1000 tahun.

Siapakah Mesiah

Walaupun saya sekarang melihat Bible ( Alkitab ) sebagai sumber yang dapat dipercaya, saya tercengang dengan sejarah ramalan ini, yang saya temukan di Old Testament , karena saya tidak menemukan ketidak-sesuaian antara prediksi di Old Testament ( Perjanjian Lama ) dengan Jesus di New Testament ( Perjanjian Baru)
Mungkin saja ini kebetulan cocok atau kebetulan sesuai …. . Saya harus coba untuk memeriksanya dan mentest untuk diri sendiri agar jelas siapa mesiah sebenarnya …


Saya mulai membaca koleksi kitab-kitab yang actual. Saya buka Old Testament untuk mencari kalimat-kalimat yang berhubungan dengan New Testament ( Injil ) . Hanya dengan sebuah notebook untuk tempat mencatat, namun ini sangat berguna.

Sang Mesiah ( Jesus ) telah memenuhi semua ramalan / nubuatan yang tertulis pada Old Testament tersebut ….. dan bukan hanya sebagiannya saja ….. statistik catatan saya membuat saya tercengang kagum … benarlah seperti kata Jesus Kristus : “ Ini Kukatakan kepadamu saat Aku berada bersamamu , semuanya harus digenapi apapun yang tertulis tentang diriKu di Kitab Hukum Musa, para Nabi dan di Mazmur “

Siapa Mesiah ( Juru Selamat ) ?


Ini beberapa dari yang saya catat ( lebih 300 ) dari yang tertulis di Old Testament ( Dalam Alkitab disebut Perjanjian Lama ) dan yang di penuhi di New Testament ( Dalam Alkitab disebut Perjanjian Baru / Injil )


NB : Kitab-kitab Old Testament ( Perjanjian Lama ) ditemukan ratusan tahun bahkan lebih seribuan tahun sebelum New Testament ( Perjanjian Baru )

Isaiah = Jesaya ; Zechariah = Jakaria ; Luke = Lukas ; Micah = Mikha ; Psalm = Mazmur

Mark = Markus ; Mathew = Matheus ; John = Johannes


Silahkan buka Bible ( Alkitab ) agar jelas petunjuk tentang siapa Mesiah yang dimaksud !

Dia akan lahir dari seorang dara / perawan (Isaiah 7:14 / Matthew 1:21-23 ; Luke 1:26-35)
Dia akan lahir di Betlehem (Micah 5:2 / Matthew 2:1 ; Luke 2:4-7)
Dia yang yang disebut-sebut di dalam firman Tuhan yang terdahulu (Isaiah 40:3-5 ; Malachi 3:1 / Matthew 3:1-3 ; 11:10; Mark 1:2-3 ; Luke 7:27)
Dia akan membuat keajaiban-keajaiban (Isaiah 35:5-6 ; Matthew 9:35, and throughout the gospels)
Dia akan mengajarkan kabar baik (Isaiah 61:1-2 / Luke 4:14-21)
Dia pertama kali akan menyatakan diri sebagai Raja saat 173.880 hari setelah dideklarasikan akan dibangun kembali Jerusalem (Daniel 9:25 / Matthew 21:4-9 ; Mark 11:1-10 ; Luke 19:29-38)
Dia akan memasuki Jerusalem sebagai seorang Raja dengan menunggang keledai (Zechariah 9:9 / Matthew 21:4-9 ; Mark 11:1-10 ; Luke 19:29-38)
Dia akan mati sebagai seorang yang rendah hati dan sangat dijelek-jelekkan (Psalm 22; Isaiah 53 / Matthew 27 ; Mark 15 ; Luke 23; John 19)
Tangan dan kakiNya akan di tembus (Psalm 22:16; / Crucifixion accounts of Matthew 27 ; Mark 15; Luke 23 ; John 19)
Orang-orang yang mengeksekusiNya akan membuang undi untuk dapat bajuNya (Psalm 22:18 ; John 19:23-24)
Tidak akan ada tulangNya yang patah saat Dia dibunuh (Psalm 34:20 ; John 19:32-36)
Dia akan ditembus ( ditombak ) (Zechariah 12:10 ; John 19:34-37)
Dia akan mati bersama penjahat dan akan dikebumikan di kuburan orang kaya (Isaiah 53:9; Matthew 27:57-60)

Walaupun beberapa prediksi kelihatannya seperti bersifat umum, bila dilihat secara keseluruhan bagi saya Mesiah / Juru Selamat yang dijanjikan sudah jelas siapa mesiah itu . Sungguh heran , semua yang diramalkan di Old Testament telah dipenuhi / terlaksana pada satu orang ini ( pada Jesus ) . Walaupun saya membuang beberapa ramalan utama namun secara statistic hasilnya masih sangat mencengangkan.

Jadi, benarkah prediksi / ramalan / nubuatan / janji ini benar-benar menunjuk gambaran tentang Jesus ? Apakah Jesus yang tertulis pada New Testament benar-benar sebagai Mesiah ( Juruselamat ) yang dijanjikan di Old Testament ?

Jawabnya = Tidak ada yang lain selain Jesus , karena Jesus telah menggenapi semua ramalan ( Janji ) Firman Tuhan yang tertulis pada kitab-kitab para Nabi sebelumnya.

Kata Tuhan Jesus : “ Ini Kukatakan kepadamu saat Aku berada bersamamu , semuanya harus digenapi apapun yang tertulis tentang diriKu di Kitab Hukum Musa, para Nabi dan di Mazmur “

Diambil dari http://murid1jesus.wordpress.com
Read More..

January 27, 2009

Kehidupan Positif (Positive Life)

by Lidya Yusuf

Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.”

Yohanes 10:10

Tahukah saudara bahwa Tuhan merencanakan kehidupan yang penuh dengan segala kelimpahan bagi kita. Bukanlah kehendak-Nya bagi kita untuk hidup hanya biasa-biasa saja.

Ada cerita yang sangat menarik yang saya dapat dari Internet. Di dalam cerita ini diceritakan tentang katak-katak yang sedang berlomba untuk naik ke atas menara. Selain daripada peserta, banyak juga yang menonton, yang tentunya adalah katak-katak juga. Saat katak-katak mulai memanjat menara tersebut, mulai banyak katak-katak penonton yang berkomentar dan bersorak. “Mana bisa memanjat menara setinggi itu.” “Badan kamu kecil begitu, mana mampu.” Semua komentar yang dilontarkan adalah komentar-komentar negatif. Banyak sekali peserta yang berjatuhan dan gagal. Pada akhirnya, tinggal satu ekor katak yang berhasil naik sampai ke atas menara. Kenapa katak yang satu ini mampu? Karena katak ini tuli, sehingga tidak dapat mendengarkan perkataan-perkataan negatif yang dilontarkan oleh katak-katak penonton.


Seperti cerita di atas, kehidupan kita sebagai manusia pun sangat berpengaruh dengan perkataan-perkataan yang kita dengar. Janganlah sampai perkataan-perkataan negatif menghalang kita untuk mencapai garis akhir. Biarlah kita senantiasa hidup positif. Mengapa senantiasa? Karena hidup positif bukanlah hal yang dilakukan hanya sekali saja, tetapi perlu dibangun setiap hari.


Berikut adalah hal-hal dasar untuk memulai hidup positif.

1. Berpikir positif
Pikiran kita sangatlah berkuasa! Dengan pikiran kita bisa menghancurkan hidup kita, dan dengannya kita juga dapat membangun hidup.

Kita dapat mengubah mengubah hidup dengan mengubah sikap berpikir kita.

Orang yang berpikiran positif tahu bahwa hal-hal besar dapat diciptakan dari hal-hal yang kecil. Dan mereka dapat menguasai masalah, sebab mereka percaya bahwa masalah adalah kesempatan untuk mengalami mujizat.

2. Kepercayaan positif
Kita perlu keluar dari diri kita sendiri dan memiliki kepercayaan kepada Tuhan dan diri sendiri.

“Beginilah firman TUHAN: "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!” (Yeremia 17: 5)

Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan!

Kepercayaan adalah kekuatan dari hidup yang positif. Dan kepercayaan positif dapat menyelesaikan segala sesuatu. Dengan kepercayaan juga seseorang dapat membalik kegagalan menjadi keberhasilan.

Kita perlu tahu bahwa tidak ada keberhasilan di luar Tuhan.

“Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.” (Amsal 3: 5-6)

3. Gaya hidup yang antusias dan optimis
Orang yang berhasil dalam hidupnya adalah orang-orang yang antusias.

“Bersukacitalah senantiasa.” (1 Tesalonika 5: 16)
“Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!” (Filipi 4: 4)

4. Berkata-kata positif
Janganlah kita berbicara soal kekalahan. Janganlah kita juga mengeluarkan perkataan yang isinya keluhan. Jangan juga kita berkata-kata negatif tentang orang lain.

“Dengan lidah kita memuji Tuhan, Bapa kita; dan dengan lidah kita mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah, dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini, saudara-saudaraku, tidak boleh demikian terjadi.” (Yakobus 3: 9-10)

Kata-kata positif akan menciptakan atmosfir yang penuh damai sejahtera.

5. Bersikap positif
Milikilah sikap positif untuk mengatasi musuh-musuh, seperti kebencian, ketakutan, kepahitan, kekecewaan, kekhawatiran dan hal-hal negatif lainnya.

“Perhatikanlah, supaya jangan ada orang yang membalas jahat dengan jahat, tetapi usahakanlah senantiasa yang baik, terhadap kamu masing-masing dan terhadap semua orang.” (1 Tesalonika 5: 15)

“Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” (Filipi 4: 13)

“Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.” (Amsal 4: 23)
Read More..

Masa Depan

Pengkhotbah 3:1
Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya.

Jangan terlalu memusingkan masa depan. Masa depan adalah milik Allah. Dia yang bertanggung jawab tentang segalanya dan akan menjaga dan memeliharamu. Jika engkau mencoba untuk menebak apa yang akan terjadi, itu hanya akan membuatmu khawatir terhadap diri sendiri dan berusaha mengantisipasi masalah.

Hiduplah hari demi hari. Hari-hari memiliki hal yang baik dan yang tidak baik, tetapi apa yang kelihatannya tidak baik akan menjadi baik bila engkau menyerahkannya ke dalam tangan Tuhan. Jangan menunda rencana-Nya karena ketidaksabaranmu.


Tuhan mempunyai waktu untuk segalanya. Jangan pernah meragukan Dia. Salah satu hal yang terpenting yang harus kau lakukan adalah hidup di saat ini. Yang menjadi perhatian bukan seberapa cepat engkau pergi, tetapi seberapa baik engkau pergi. Tuhan tahu berapa lama waktu yang diperlukan untuk membawamu dari satu tempat ke tempat yang lain. Engkau tidak perlu selalu bergegas. Ikuti saja pimpinan Tuhan.

Yang harus kau lakukan hanyalah mempersiapkan hatimu dengan memberikan seluruhnya kepada Tuhan, tanpa syarat. Dia akan melakukan sesuatu buatmu, yang berkenan bagi-Nya. Tutup matamu dan ikuti Dia. Berjalan, sama seperti Abraham, yang tidak tahu kemana harus berjalan. Tuhan sendiri yang akan menjadi pemandumu. Dia akan memimpinmu melewati gurun menuju Tanah Perjanjian. Engkau akan menjadi sangat bahagia bila engkau mengijinkan Allah mengontrol seluruh kehidupanmu!

Mazmur 90:12
Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.


The Seeking Heart by Fenelon
Diterjemahkan Oleh: UnitedFool.com
Read More..

January 26, 2009

YESUS dalam alqur'an

Diambil dari: http://www.oyr79.com

Yesus telah menjadi sosok sentral dalam pemahaman iman Kristen. Para pemimpin gereja mula-mula dan para teolog Kristen perdana memfokuskan teologi mereka kepada Yesus, yang dianggap sebagai pionner Gereja dan sekaligus Kepala Gereja. Ada begitu banyak interpretasi atas tokoh Yesus dan ada begitu banyak respon atas kesiapaan Yesus pada masa gereja awal dan pada masa perkembangannya kemudian. Ada yang melihatnya secara pribadi sebagai seorang “Kawan Sejati”, ada yang melihatnya sebagai seorang manusia biasa, “Orang Nazaret”, ada yang melihatnya dalam nuansa teo-politikal sebagai seorang “Pembebas”, dan bahkan ada yang lebih jauh melihatnya secara ontologis sebagai “Sabda Allah” yang berinkarnasi dalam waktu.

Banyaknya interpretasi dan respon atas kesiapaan Yesus pada masa-masa awal dan masa perkembangan gereja mengakibatkan munculnya begitu banyak perdebatan seputar Yesus di kalangan para teolog kala itu atau yang kemudian kita sebut “Bapa-bapa Gereja”. Perdebatan pada waktu itu tampaknya dilihat sebagai perdebatan yang serius oleh kaisar, sehingga untuk mencegah perpecahan dalam kerajaan Romawi, digelarlah Konsili Gereja yang khusus berbicara soal Kristologi.

Interpretasi dan respon atas kesiapaan Yesus juga muncul di kalangan Muslim. Muhammad, yang menjadi tokoh sentral berdirinya Islam, mengenal Yesus dari para rahib gereja abad ke-7. Bagi Muhammad, Yesus merupakan sosok yang tidak bisa diabaikan dalam upayanya menyebarkan Islam. Mau tidak mau, ia pun harus berbicara tentang Yesus dalam interpretasinya terhadap apa yang ia ketahui dari para rahib gereja. Interpretasinya itu kemudian oleh gereja dinilai sebagai interpretasi yang keliru, sebab Muhammad lebih melihat sisi humanisnya Yesus dan tidak mengakui sisi ilahiyah-nya.


Terlepas dari semuanya itu, ada baiknya kita mencermati apa dan bagaimana Muhammad melihat Yesus. Kita tidak punya bahan literatur karya Muhammad yang dapat dijadikan kajian, selain Al Qur’an, Sunnah dan Hadits. Dalam kesempatan ini, ada baiknya kita melihat dulu apa kata Al Qur’an tentang Yesus. Namun sebelumnya perlu dipahami, bahwa interpretasi terhadap Al Qur’an sangatlah kaya dan beragam. Setiap orang yang berupaya membaca Al Qur’an akan memiliki interpretasi tersendiri atas apa yang ia baca itu. Oleh karena itu, apa yang saya sajikan ini, janganlah kemudian dilegitimasi sebagai satu-satunya interpretasi yang benar terhadap Al Qur’an.

I. Nama Yesus dalam Al Qur’an

Ada dua nama yang digunakan bagi Yesus dalam Al Qur’an, yaitu ‘Isâ dan Ibnu Maryam [Qs. Ali ‘Imran/3:45]. ‘Isa menjadi semacam personal name bagi Yesus dalam masyarakat Arab. Persoalannya adalah, mengapa ia disebut ‘Isa? Jika kita membaca Alkitab berbahasa Arab, maka nama yang digunakan bukanlah ‘Isa, melainkan Yasu’a.

Untuk memahami hal ini, maka penting sekali jika pertama-tama kita mengetahui latar belakang pengenalan Muhammad akan Yesus. Muhammad adalah seorang warga Makkah yang awalnya berprofesi sebagai pedagang, mengikuti pamannya, yang membesarkannya. Perdagangan Muhammad termasuk sukses. Ia berhasil mencapai negeri Syam (Syria) untuk menjual barang dagangannya. Pada masa itu, Syam merupakan kota sentra-niaga atau bisa dikatakan sebagai kota metropolitan di negeri Arab.

Mayoritas penduduk Syam pada masa itu beragama Kristen. Kekristenan di Syam didominasi oleh kelompok Yakobit, di samping Melkit dan beberapa kelompok Kristen lainnya. Selain menggunakan bahasa Arab, penduduk Syam menggunakan bahasa Aramik sebagai lingua franca-nya. Gereja-gereja di Syam juga menggunakan bahasa Aramik sebagai salah satu bahasa liturginya, termasuk dalam menyampaikan pengajarannya.

Penduduk Syam pada waktu itu, menyebut Yesus sebagai Yasu atau ‘Ishō. Jika ‘Isō dirubah ke dalam bahasa Arab, maka akan menjadi ‘Isâ, sebab biasanya huruf “o” panjang dalam bahasa Aramik dan Ibrani akan berubah menjadi huruf “a” dalam bahasa Arab. Misalnya kata shalōm dalam bahasa Ibrani sama pengertiannya dengan kata salâm dalam bahasa Arab. Jadi, penggunaan nama ‘Isa oleh Muhammad dan dalam Al Qur’an dapat diterima dan dibenarkan. Kita tidak usah memperpanjang perdebatan tentang penggunaan nama ini.

Ibnu Maryam bisa dikatakan sebagai marga bagi Yesus. Secara harafiah, Ibnu Maryam dapat diartikan “Putra Maryam”[1] Bagi beberapa kalangan Kristen, penyebutan Ibnu Maryam bagi Yesus merupakan salah satu bentuk pengakuan Muhammad atas virginitas Maria, sebab dalam tradisi Arab, biasanya nama yang disertakan kepada nama seorang anak adalah nama bapaknya, bukan ibunya (Mestinya Yesus disebut Ibnu Yusuf). Selain itu, beberapa ahli mengatakan bahwa penyebutan ini juga lebih menunjukkan pada pengakuan Muhammad atas keistimewaan Maria sebagai seorang perempuan suci.

Al Qur’an sendiri sangat menghormati sosok Maria (Maryam). Dengan jelas Al Qur’an menceritakan bagaimana Maria dilindungi oleh Tuhan dari hinaan orang-orang Yahudi karena dituduh melakukan hubungan seks di luar nikah. Peristiwa kelahiran Yesus sendiri diset sedemikian rupa untuk menghormati Maria, ibu Yesus. Kemungkinan besar, Muhammad mendapat pengaruh dari tradisi gereja ortodoks yang begitu mengagungkan Maria.[2]

Bagi kebanyakan orang Kristen, Yesus lebih dikenal dengan sebutan ‘Isa Al Masih, namun, dalam Al Qur’an, sebutan yang justru lebih dikenal adalah ‘Isa Ibnu Maryam. Masing-masing sebutan ini memiliki makna tersendiri jika diinterpretasikan lebih jauh.

II. Gelar-gelar Yesus dalam Al Qur’an

Ada empat gelar utama yang diberikan kepada Yesus di dalam Al Qur’an, yaitu: ‘Abdullahu (hamba Allah) [Qs. An Nisa/4:172, Maryam/19:30], Nabīun [Qs. Maryam/19:30] Rasūlullahu (utusan Allah) [Qs. Ali ‘Imran/3:49, An Nisa/4:157,171, Al Ma’idah/5:75, Ash Shaff/61:6], dan Al Masīhu [Qs. Ali ‘Imran/3:45]. Keempat gelar ini, jika dikaji secara teologi Islam, memiliki makna dan nilai teologis yang berbeda. Misalnya gelar ‘Abdullahu yang secara harafiah dapat berarti “abdi Allah” atau “hamba Allah”. Gelar ini dalam wacana teologi Islam merupakan gelar yang umum dan bisa disandang oleh siapa saja yang mengabdikan dirinya untuk pekerjaan agama. Seorang pengajar di sebuah sekolah Islam dapat disebut sebagai abdi atau hamba Allah. Diberikannya gelar ini kepada Yesus menunjukkan suatu bentuk pengabdian Yesus atas pekerjaan atau amanat Allah. Ia adalah seorang hamba Allah, yang bekerja atas petunjuk Allah.

Gelar Nabi merupakan gelar yang lebih spesifik dibanding gelar ‘Abdullahu. Tidak semua ‘Abdullahu dapat disebut sebagai Nabiun, tapi semua Nabiun pastilah seorang ‘Abdullahu. Dalam kepercayaan Islam, diakui ada 25.000 Nabiun yang diutus oleh Allah, mulai dari Adam hingga Muhammad. Yang penting untuk dicatat di sini bahwa ada definisi yang berbeda akan pemahaman Nabiun dalam Islam dengan Nabiun (Nabi) dalam Kristen, meskipun keduanya menggunakan kata yang sama. Nabiun dalam pemahaman Kristen mengikuti pemikiran Yahudi, di mana seorang Nabiun haruslah berasal dari keturunan Yakub (Israel). Ia harus menyampaikan pesan Tuhan kepada umat dan merupakan seorang yang menyampaikan nubuat Ilahi. Dalam pemahaman Islam, seorang Nabiun adalah seorang utusan Tuhan yang menjalankan amanat Tuhan. Ia dibekali dengan pengajaran-pengajaran dari Tuhan yang harus ia sampaikan.

Di antara gelar-gelar tersebut, Rasūlullahu adalah gelar yang paling spesifik. Tidak semua ‘Abdullahu dan Nabiun adalah Rasulūllahu, tapi semua Rasulūllahu adalah ‘Abdullahu dan juga Nabiun. Menurut definisi beberapa mufassir Islam, Rasulūllahu memiliki pengajaran yang lebih universal. Karena itu, ia diberi sebuah kitab pegangan oleh Allah yang harus ia sampaikan kepada umat Allah. Begitu spesifiknya gelar ini, sehingga hanya ada 5 orang Rasulūllahu yang diakui dalam Islam, yaitu: Nuh, Ibrahim, Musa, ‘Isa (Yesus), dan Muhammad.

Meskipun menggunakan istilah yang sama dengan Kristen, namun Rasul dalam pemahaman Islam jelas berbeda dengan Rasul dalam pemahaman Kristen. Rasul dalam pandangan Kristen lebih menunjuk kepada ke-12 murid Yesus ditambah Matias (pengganti Yudas Iskhariot) dan Paulus. Rasul dalam pandangan Islam lebih menunjuk kepada mereka yang menerima wahyu dari Tuhan dan mendapat amanat secara langsung dari Tuhan.

Gelar Al Masīhu adalah gelar yang kontroversial. Gelar ini dalam Al Qur’an hanya diberikan kepada Yesus, karena itu ada beberapa kalangan Islam yang menganggap bahwa Al Masīhu adalah nama diri bagi Yesus. Kata Al Masīhu berasal dari kata Masīhun, yang dalam bahasa Arab memiliki dua pengertian, yaitu: (1) orang yang diurapi dengan minyak atau orang yang diminyaki, dan (2) orang yang bepergian. Maulana M. Ali, seorang penerjemah dan penafsir Al Qur’an dalam terjemahan yang dilengkapi tafsir Al Qur’an ke dalam bahasa Inggris mengatakan bahwa Yesus diberi gelar Al Masīhu karena ia adalah seorang yang gemar melakukan perjalanan jauh. Konon, ia dikatakan pernah berjalan hingga ke sepuluh suku Israel yang hilang dan menetap di negeri Timur, yaitu Afghanistan dan Kasymir.[3]

Beberapa kalangan Islam liberal justru melihat kesamaan akar katanya dengan kata “Meshikha” dalam bahasa Aram (Syria). Dalam bahasa Ibrani, kata ini berasal dari kata Mashiakh yang artinya “Mesias”. Dalam bahasa Yunani, kata ini diterjemahkan dengan kata Χριστος (Khristos) atau dalam bahasa Indonesia diterjemahkan “Kristus”, yang artinya sama dengan “Mesias” yaitu “Yang Diurapi”. Gagasan ini paling sulit diterima oleh umat Islam pada umumnya, apalagi dalam teologi Kristen, Mesias atau Kristus memiliki makna yang luar biasa, khususnya dalam pandangan Mesianik penulis Injil Yohanes. Mesias bukan saja seorang nabi yang dijanjikan Tuhan sejak zaman para nabi sebelumnya, namun ia adalah juga Sang Pembebas (bukan dalam makna politik, namun teo-politikal) manusia dan bahkan Juru Selamat (Salvator; Savior).

III. Keistimewaan Lainnya

1. Kalimatullah

Yesus memiliki banyak keistimewaan dalam Al Qur’an. Dalam surat Ali ‘Imran/3:45 [terjemahan Depag RI tahun 1998], berbunyi, “(Ingatlah), ketika Malaikat berkata: ‘Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masīh ‘Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah).” Makna yang dapat kita tangkap dari terjemahan ini adalah bahwa Yesus adalah seorang putera Maria yang diciptakan dengan ‘kalimat’ dari Tuhan.

Secara harafiah mestinya ayat ini berarti, “Ketika Malaikat berkata: ‘Hai, Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan (yaitu) kalimat (Firman) dari Dia yang namanya Al Masīh putra Maryam, seorang yang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk al muqarrabīn[4]”

Memang tidak semua mufassir Islam menafsirkan ayat tersebut sebagaimana penafsiran Departemen Agama RI. Terdapat juga di antara para mufassir itu yang mengakui bahwa Yesus diakui sebagai kalimatullah dalam Al Qur’an. Mereka berpendapat bahwa Yesus adalah benar-benar kalimatullah (Firman Allah) dan itu tidak bisa disangkal. Namun, Firman Allah bukanlah sebagaimana pemahaman Kristen. Dalam pemahaman Kristen, Yesus adalah Firman yang nuzul menjadi daging (manusia). Firman itu adalah yang kekal bersama-sama dengan Allah atau apa yang dibahasakan oleh kaum Asy’ariah sebagai “Sifat Allah”.

Olaf Schumann mengatakan —dalam suatu kesempatan di Studium Generale yang diadakan oleh STT Apostolos— bahwa kita harus membedakan pemahaman akan Al Kalamu dengan Al Kalimatu. Al Qur’an menyebut Firman yang adalah Sifat Tuhan itu dengan Al Kalamu, sedangkan Al Kalimatu menunjuk pada karya-karya Tuhan, seperti gunung, lautan, dan sebagainya. Jadi, pemberian gelar Kalimatullah bagi Yesus tidak kemudian dipahami bahwa Yesus adalah Kalamullah. Jadi, keliru juga penafsiran yang mengatakan bahwa Yesus diciptakan dengan kalimat dari Tuhan, sebab ia adalah kalimat itu sendiri, namun bukan juga kemudian ditafsirkan sebagai kalamullah.

2. Rūhullah

Yesus dalam surat An Nisa/4:171 disebut sebagai “Rūh yang dari Allah” sedangkan dalam surat At Tahrim/66:12 dikatakan bahwa Yesus adalah “Rūh Allah yang ditiupkan ke dalam rahim Maria.” Mengenai hal ini juga terdapat perbedaan opini di antara para mufassir Islam. Mereka menghubungkan hal ini dengan Ruhul quddus (Roh Kudus).[5]

Pemikiran Islam umumnya didominasi oleh pemahaman bahwa yang dimaksud dengan Ruhul quddus itu adalah Malaikat Jibril. Malaikat Jibril dianggap sebagai Malaikat yang menyampaikan kabar kepada Maria tentang kelahiran Yesus dan juga dikatakan turut membantu kelahiran Yesus. Karena itu, penafsiran yang berkembang kemudian mengatakan bahwa yang dimaksud oleh kedua ayat di atas adalah bahwa Yesus lahir dengan bantuan Malaikat Jibril.

Rūhullah sebetulnya berbicara tentang Roh Allah itu sendiri. Dalam pemahaman Kristen, Roh Allah atau yang kemudian disebut dengan Roh Kudus, adalah salah satu hupostasis Tuhan atau bisa dikatakan sebagai Sifat Tuhan. Roh Allah melekat sehakekat dengan Esensi Tuhan (Ouisa). Namun, tentunya harus kita ingat bahwa kita tidak sedang berbicara tentang teologi Kristen, melainkan Islam. Dalam penafsiran kebanyakn mufassir Islam, Yesus tidak disebut sebagai Rūhullah. Ia hanya diciptakan dengan Rūhullah dengan bantuan Malaikat Jibril (Rūhul quddus).

3. Al Muqarrabīn

Dalam Qs. Ali ‘Imran/3:45 disebutkan bahwa Yesus adalah termasuk dalam al muqarrabīn. Kata ini secara harafiah berarti “yang didekatkan”. Departemen Agama RI menerjemahkannya dengan kalimat “orang-orang yang didekatkan kepada Allah”, namun pengertian ini pun masih sulit untuk dipahami.

Dalam surat Al Waqi’ah/56:8-10 disebutkan adanya tiga golongan manusia pada hari kiamat nanti, yaitu: (1) golongan kiri, (2) golongan kanan, dan golongan yang paling dahulu beriman [menurut terjemahan Depag RI]. Menurut Al Qur’an, dalam ayat-ayat selanjutnya, dikatakan bahwa golongan yang ketiga ini adalah golongan yang didekatkan (kepada Allah). Merekalah yang terlebih dulu masuk surga [menurut penafsiran Depag RI]. Sedangkan, golongan kanan adalah juga orang-orang yang berhak atas surga. Jika golongan ketiga ditafsirkan sebagai golongan yang lebih dulu masuk surga, maka berarti golongan kanan adalah yang kemudian. Golongan kiri digambarkan sebagai golongan yang akan mengalami penderitaan dan siksaan. Bisa dikatakan bahwa tempat mereka adalah di neraka.

Yang dimaksud dengan golongan al muqarrabīn adalah mereka yang masuk golongan ketiga. Pada ayat 10 dan 11 jelas sekali disebutkan siapa yang masuk golongan ketiga. Ayat tersebut berbunyi “dan orang-orang yang paling dahulu beriman, merekalah yang terdahulu. Mereka itulah al muqarrabūn”

Al Qur’an menyebut Yesus sebagai salah seorang yang termasuk dalam golongan ini. Artinya, bahwa Yesus adalah yang terdahulu masuk surga bersama-sama dengan orang-orang lainnya yang masuk dalam golongan yang ketiga ini. Memang masih kurang jelas penafsiran kita akan golongan ini, kemungkinan mereka adalah orang-orang yang diutus Tuhan dan kemudian diangkat ke surga, seperti Henokh dan Elia misalnya. Kemungkinan lain bahwa ada suatu kelompok manusia tersendiri yang dipilih Tuhan untuk masuk lebih dulu ke dalam surga pada hari kiamat. Kelompok ini, sebagaimana disebutkan dalam ayat di atas, disebut sebagai as sâbiqūn (yang terdepan).

4. Jīhan, Ash Shālihīn, dan Mubārakan

Dalam surat Ali ‘Imran/3:45 terdapat janji Malaikat [Jibril] kepada Maria ketika Malaikat itu diutus untuk menyampaikan kabar gembira tentang kelahiran Yesus kepada Maria. Dalam Al Qur’an terjemahan Depag RI diterjemahkan “orang yang terkemuka di dunia dan di akhirat”. “Orang yang terkemuka” merupakan terjemahan untuk kata jīhan. Kata ini juga sebetulnya dapat diartikan sebagai “orang yang dihormati”.

Tafsiran terhadap ayat ini sepertinya kurang mendapat perhatian dari para mufassir Islam. Sedikit sekali bahkan mungkin tidak ada seorang pun mufassir yang mencoba menjelaskan lebih jauh apa yang dimaksud Al Qur’an dengan pernyataan tersebut. Mestinya, harus ada alasan kenapa Yesus disebut sebagai orang yang terkemuka (dihormati) di dunia dan di akhirat.

Kalangan Kristen “fundamentalis” tentu akan memanfaatkan ayat ini dalam upaya mencari kelemahan pandangan Islam tentang Yesus. Jika Yesus memang adalah yang terkemuka di dunia dan di akhirat, kenapa kemudian bukan Yesus yang dijadikan tokoh sentral dari ajaran Islam? Namun, barangkali ayat ini mau dikaitkan dengan pernyataan berikutnya yang mengatakan bahwa Yesus adalah yang didekatkan kepada Allah atau al muqarrabīn tadi. Tapi, apakah “terkemuka” (jīhan) yang dimaksud di situ identik dengan “terdahulu” (al muqarrabīn)? Hal ini masih bisa dikaji lebih jauh.

Selain dikatakan sebagai jīhan, Yesus juga dikatakan sebagai orang yang termasuk dalam kelompok orang-orang saleh (ash shālihīn).

Pernyataan lainnya tentang Yesus yaitu bahwa Yesus adalah seorang yang diberkati di mana saja ia berada. Untuk hal ini harus dipahami apa yang dimaksud dengan “berkat” dalam pemahaman Islam. Berkat tentunya tidak saja berbicara tentang pemberian materi atau harta oleh Tuhan. Berkat mengandung makna teologis yang luas, di mana rasa aman termasuk di dalamnya. Artinya, berkat tidak hanya berbicara phisically semata, melainkan seluruh aspek dari kehidupan manusia, yaitu jasmani dan rohani.

IV. Penutup

Masih ada begitu banyak kesaksian Al Qur’an tentang Yesus. Namun, semuanya itu harus dipahami dalam pemahaman teologi Islam. Banyak kalangan berupaya mencari kesaksian Al Qur’an tentang Yesus yang adalah ilahi, namun pada akhirnya kesan yang muncul adalah terlalu dipaksakan. Al Qur’an menyorot Yesus yang historis, bukan Yesus yang dogmatis. Setiap gelar yang dikenakan kepada Yesus lebih dipahami dalam makna humanis, misalnya al masīhun (Mesias), kalimatullah (Firman Allah), Rūhullah (Roh Allah) ataupun gelar-gelar lainnya.

Namun demikian, Al Qur’an, sama halnya dengan Injil, masih memasukkan unsur mitologi dalam penjelasannya tentang Yesus. Untuk itu, historisitas Yesus yang murni tanpa percampuran mitologi tidak akan pernah kita temukan dalam teks-teks yang ada dan diakui sekarang ini. Untuk memahami historisitas Yesus tersebut, tawaran Rudolf Bultman tetap menjadi alternatif terbaik, yaitu demitologisasi.

Penulis: Yosi Rorimpandei




--------------------------------------------------------------------------------


[1] Maryam merupakan sebutan Arab untuk Maria, ibu Yesus


[2] Dalam liturgi gereja ortodoks, Maria disebut sebagai “orang yang penuh rahmat”. Tradisi pengagungan Maria juga dilanjutkan oleh gereja Katolik. Tradisi ini baru mendapat kritikan pada zaman reformasi gereja, terutama setelah Luther mengkritik pemujaan terhadap icon-icon gereja


[3] Maulana M. Ali. The Holy Qur’an: Arabic Text, English Translation and Commentary, diterjemahkan oleh H.M. Bachrun (Jakarta: Darul Kutubil Islamiyah)


[4] al muqqarabin secara harafiah artinya “yang didekatkan”


[5] Ada perbedaan antara Rūhul quddus dengan Rūhul quddūs. Rūhul quddus adalah rūh yang berada di luar dzat Allah dalam bentuk ciptaan, seperti malaikat, dsb.

Read More..

January 7, 2009

MENYELIDIKI KEBANGKITAN YESUS ?

Bagaimana jika ada Tuhan ?
Bagaimana jika ada rencana ilahi bagi umat manusia?
Bagaimana jika jiwa atau roh seseorang ada untuk selamanya?
Bagaimana jika ada sorga dan neraka?
Bagaimana jika ultimatum Alkitab akan sorga dan neraka benar?
Bagaimana jika berkomitmen kepada Yesus merupakan satu-satunya jawaban
untuk mencapai sorga?

menerima rencana Tuhan merupakan hal terpenting dalam kehidupan. Lebih penting dari liburan berikutnya. Bahkan lebih penting daripada slip gaji berikutnya. Dan pilihan kita yang berkenaan dengan rencana itu akan mempengaruhi kita selamanya. Itu merupakan pilihan yang dapat membawa sukacita sejati di bumi ini. Pilihan yang dapat berarti "tak ada lagi penderitaan dan tak ada lagi air mata" selamanya, Atau pilihan yang akan membawa pada kengerian abadi.

Akankah Tuhan mengharapkan kita menerima rencana-Nya berdasarkan iman? Ya dan tidak, karena sejarah tak akan pernah dapat "terbukti".Sebaliknya, bukti merupakan satu-satunya dasar untuk memverifikasi fakta sejarah. Apakah ada bukti untuk kebangkitan Yesus ? Tentu saja. Ada jauh lebih banyak bukti untuk kebangkitan Yesus daripada untuk peristiwa lain apapun dalam sejarah dunia.


Seringkali orang-orang tidak menjalin hubungan dengan Tuhan karena mereka gagal menyelidiki dan memahami kepercayaan mereka. Beberapa orang diajari kepercayaan yang salah sejak lahir, yang tidak pernah mereka pertimbangkan secara objektif. Beberapa orang disesatkan oleh individu-individu yang dengan cerdik mengutak-atik fakta-fakta dan mengatakan kepada orang-orang apa yang ingin mereka dengar. Dan ada berlimpah-limpah bukti untuk paskah pertama dan pesan luar biasa yang dibawakannya kepada umat manusia. Karena itu kita mungkin saja menolak Tuhan karena apatis… atau karena kesombongan diri… atau karena alasan lain. Namun kita tidak memiliki dasar untuk menolak Tuhan karena kurangnya bukti jika kita ingin mengambil waktu untuk mencarinya. Sebagaimana dikatakan Alkitab, "mereka tidak dapat berdalih" (Roma1:20)



PASKAH PERTAMA - ISU-ISU SEBENARNYA

Isu yang sebenarnya dari paskah pertama –Yesus Kristus – telah dianalisis jauh lebih sering daripada siapapun dalam sejarah dunia

1. Apakah Yesus benar-benar eksis

Eksistensi Yesus merupakan salah satu fakta yang paling kokoh dalam sejarah. Ribuan manuskrip awal yang selamat dari upaya-upaya pembasmian besar-besaran yang memberikan dukungan untuk eksistensi Yesus jauh lebih banyak daripada dukungan yang ada untuk fakta sejarah lainnya. Dan konfirmasi martir-martir Kristen mula-mula yang masih hidup pada masa Yesus tidak dapat disangkal.

2. Sebenarnya Tentang Apakah Paskah Itu ?

Inti paskah adalah hubungan manusia dengan Tuhan. Manusia dipisahkan dari Tuhan oleh dosa. Tuhan mengharuskan suatu korban sempurna agar hubungan-hubungan manusia dengan-Nya dapat ditebus. Penebusan itu disediakan, bagi mereka yang menerima-Nya, dengan kematian Anak Tunggal-Nya. Kebangkitan (Paskah) memverifikasi peran Yesus dan kemenangan puncak-Nya atas dosa. Perjanjian Lama penuh dengan ratusan pesan yang mempersiapkan manusia untuk kehadiran Yesus dan
memverifikasi kedatangan-Nya.

3. Mengapa Yesus Penting ?

Sukacita di Bumi dan untuk selama-lamanya. Kekuatan untuk menghadapi tantangan apapun. Kehidupan kekal bersama Tuhan. Semua orang harus membuat pilihan untuk menerima atau menolak Dia yang dengan penuh kasih memberikan nyawa-Nya untuk kita. Tidak membuat keputusan juga merupakan pilihan … penolakan. Yesus memberikan karunia-karunia Cuma-Cuma di atas kepada siapa saja.

PASKAH PERTAMA

- FAKTA-FAKTA SEJARAH KUNCI -

1. Kubur Yang Kosong : Kubur itu kosong. Jasad Yesus tidak pernah ditemukan. Musuh-musuh awal pasti melakukan sesuatu untuk menemukan jenazah-Nya dan membungkam kisah kebangkitan untuk selamanya. Kubur itu juga dijaga sangat ketat untuk menghindari pencurian.

2. Nubuat-Nubuat Kitab Suci : Nubuat-nubuat mendetail memberitahukan banyak fakta tentang Sang Mesias. Siapa Ia kelak, apa yang akan Ia lakukan, kapan Ia akan datang, di mana Ia akan dilahirkan.

3. Nubuat-Nubuat Yesus Sendiri : Yesus sendiri menubuatkan detail-detail kematian dan kebangkitan-Nya. Ini menguatkan keilahian-Nya.

4. Perubahan Paulus : Seorang pemimpin terkemuka, penganiaya terhadap orang-orang Kristen, melepaskan kekayaannya, posisi dan statusnya begitu ia bertemu Yesus yang sudah bangkit. Paulus bahkan menuliskan sebagian besar Perjanjian Baru.

5. Saksi-Saksi Lain : banyak orang menyaksikan Kristus yang sudah bangkit… lebih dari 500 orang melihat Yesus setelah kebangkitan (1 Korintus 15:6). Apabila kebangkitan tidak benar, laporan-laporan Injil yang disebarluaskan tidak akan pernah dapat bertahan menghadapi ujian waktu.

6. Ledakan Manuskrip : Belum pernah terjadi dan tidak akan pernah terjadi lagi ledakan laporan akan sebuah peristiwa, seperti laporan tentang kelahiran, kehidupan dan kebangkitan Yesus. Catatan sejarah tersedia bagi banyak saksi mata.

7. Terbentuknya Jemaat Dengan Cepat : Peristiwa-peristiwa yang menyebabkan terbentuknya jemaat – sebuah kumpulan yang selamat dari penganiayaan yang paling terarah dan intensif sepanjang masa.

8. Bukti Non-Kristen : Beberapa penulis-penulis non-Kristen mencatat fakta-fakta tentang Yesus, murid-murid-Nya dan kebangkitan.

9. Kemartiran Murid-Murid : Sebelas orang yang tahu pasti akan kebenaran Yesus dan kebangkitan-Nya, bersedia – bahkan dengan sukacita– mati untuk mendukung laporan sejarah. Itu mencerminkan upaya sengaja murid-murid untuk memastikan catatan sejarah tetap utuh, kendati harganya adalah hukuman mati.

10. Para Martir Historis : Jutaan orang, banyak yang dapat berkomunikasi dengan para martir mempertahankan catatan sejarah.

11. Catatan Yahudi : bahkan orang-orang yang dengan keras menentang Yesus memberikan bukti sejarah, termasuk ratusan nubuat, hari-hari raya nubuatan, dan rujukan-rujukan dalam tulisan-tulisan seperti Talmud.

12. Arkeologi : Para Arkeolog percaya bahwa mereka telah menemukan tempat kelahiran Yesus. Juga ditemukan bukti menarik lainnya akan eksistensi Yesus dan luasnya pengetahuan akan kebangkitan.

APAKAH YESUS EKSIS ?

Sebenarnya hampir semua agama –bahkan yang menentang Dia- mengakui eksistensi Yesus. Selama ratusan tahun, eksistensi Yesus diterima secara luas sebagaimana eksistensi Abraham Lincoln diterima pada saat ini. Baru dalam sejarah relative belakangan ini, beberapa orang mempertanyakannya. Mungkin dalam beberapa ribu tahun mendatang, eksistensi Tn. Lincoln juga akan dipertanyakan.

Catatan Sejarah Kristen

Banyaknya catatan sejarah Kristen jauh melampaui jumlah catatan apapun tentang siapapun yang pernah hidup di planet ini. Manuskrip-manuskrip awal yang masih ada melebihi 24.000. Yang paling awal ditulis 25 tahun setelah kematian-Nya. Tidak ada karya kuno lainnya yang mendekati kredibilitas dokumenter Alkitab, termasuk semua karya yang kita terima sebagai karya sejarah.

Beberapa contohnya adalah:

Manuskrip utama yang eksis Jumlah Catatan Awal Lamanya peristiwa sampai manuskrip yang eksis

Gallic War – Julius Caesar
10 1000 tahun

Sejarah – Pliny the Younger
7 750 tahun

Sejarah – Thucydides
8 1300 tahun

Sejarah – Herodotus
8 1300 tahun

Iliad – Homer
643 500 tahun

Perjanjian Baru
24.000 + 25 tahun

Banyaknya jumlah laporan tentang kebangkitan sangat luar biasa dengan pertimbangan bahwa:

1. Yesus tidak menduduki posisi penting dalam masyarakat pada waktu itu. Ia bukan seorang Raja, bukan seorang pemimpin agama dan bukan seorang jenderal Bagi Roma, Yesus hanyalah seorang tukang kayu rendahan yang berasal dari kota kecil terpencil dengan pelayanan tiga tahun yang kurang memadai. Roma hampir tidak mengenal Yesus sampai kesaksian para saksi mata belakangan mengancam stabilitas politik dan religius.

2. Catatan-catatan tentang Dia selamat dari upaya pembasmian paling intensif sepanjang masa. Berkembang pesat dalam jumlah: Saksi-saksi Kristen yang dibunuh, catatan-catatan tertulis dibakar, dan siapapun yang mengaku percaya kepada Kristus dihukum mati. Pada tahun 303 M, dikeluarkan sebuah maklumat untuk memusnahkan Alkitab di seluruh dunia. Mereka yang kedapatan memiliki Alkitab dibunuh.

3. Tidak ada mesin cetak, dan populasi dunia masih rendah waktu itu. Jumlah manuskrip awal yang selamat luar biasa mengejutkan, mengingat semuanya disalin dengan tangan dalam populasi manusia yang jauh lebih sedikit. Hanya 138 miliar orang yang ada pada masa itu, tanpa metode duplikasi otomatis untuk mencetak kata. Apa yang memotivasi pekerjaan yang sedemikian intensif ?

Apakah bertahannya catatan Kristen secara luar biasa merupakan suatu mukjizat atau sekedar meluasnya suatu mitos ? mengapa agama-agama lain– dengan pemimpin yang lebih menonjol, dengan pelayanan seumur hidup, dengan penganiayaan lebih sedikit – tidak memiliki bukti serupa ? Sesuatu yang besar telah terjadi.

DOKUMENTASI MANUSKRIP

Posisi seorang penyalin Yahudi merupakan salah satu yang paling menuntut dan dihargai di zaman Alkitab. Setelah menjalani latihannya selama bertahun-tahun, para penyalin baru diizinkan mempraktekkan profesinya setelah berumur 30 tahun. Kadang-kadang dirujuk sebagai doktor Hukum, mereka bergabung dengan para imam dalam mengajarkan Hukum.

ATURAN-ATURAN PENYALINAN KITAB SUCI

Pencatatan Kitab Suci merupakan tanggung jawab yang serius. Begitu pentingnya reproduksi yang tepat sehingga para penyalin Yahudi dipaksa mengikuti aturan-aturan yang menuntut ini kapan saja manuskrip disalin:

1. Gulungan-gulungan kitab –kertas, tinta, dan permukaan harus disiapkan secara khusus.
2. Spesifikasi-spesifikasi ketat – jumlah kolom spesifik, 37 huruf per kolom.
3. Master harus digunakan – tidak ada duplikat dari duplikat.
4. Setiap huruf harus dikonfirmasi secara visual – tidak ada penulisan frase.
5. Jarak antar huruf diperiksa dengan seutas benang.
6. Alfabet – setiap huruf dihitung dan dibandingkan dengan masternya.
7. Huruf-huruf per halaman dihitung, dan dibandingkan dengan masternya.
8. Huruf tengah gulungan kitab diverifikasi apakah sama dengan masternya.
9. Satu kesalahan – gulungan kitab dimusnahkan.

BUKTI KEOTENTIKAN:

Tidak mengejutkan, para kritikus Alkitab, khususnya mereka yang mengetahui mukjizat-mukjizat nubuat, menyiratkan bahwa Alkitab diubah, diganti, dan entah disalahgunakan. Umumnya orang-orang mengklaim bahwa Alkitab dikendalikan oleh Gereja Katholik Roma, yang diduga memiliki "kesempatan dan motif" untuk mengubah Kitab Suci untuk mencapai tujuannya. Para kritikus semacam ini melewatkan beberapa fakta kunci. Terdapat dua set tak terbantahkan bahwa umat manusia kini memiliki apa yang tidak dikendalikan secara historis oleh Gereja Kristen dan memverifikasi keotentikan pesan yang terdapat dalam kata-kata Alkitab yang kita baca saat ini:

>SEPTUAGINTA

Hampir 300 tahun sebelum Kristus, dunia menjadi begitu terbiasa dengan bahasa Yunani sehingga bahasa Ibrani mulai "hilang". Dianggap lebih penting untuk menterjemahkan Alkitab ke dalam sebuah bahasa yang umum daripada berusaha mengajarkan bahasa Ibrani kepada semua orang. Sekelompok sarjana elite yang terdiri dari 70 orang berkumpul untuk menterjemahkan Kitab Suci ke dalam bahasa Yunani. Hasilnya adalah dokumen yang disebut Septuaginta (bermakna "tujuh puluh"), yang disusun sekitar tahun 250 SM. (beberapa salinannya dibuat dengan menggunakan teknik-teknik para penyalin di atas). Kini kita masih memiliki salinan-salinan dari terjemahan-terjemahan awal. Pesan Septuaginta konsisten dengan terjemahan Alkitab.

GULUNGAN-GULUNGAN KITAB LAUT MATI

Keraguan apapun mengenai transmisi akurat menuskrip-menuskrip terhapus pada tahun 1947 dengan ditemukannya ratusan gulungan kitab yang terkubur hampir selama 2000 tahun. Banyak yang ditulis sebelum 100 SM. Perbandingan dengan salinan-salinan Yahudi yang belakangan dengan jelas menunjukkan tidak adanya perubahan.


BUKTI NON-KRISTEN

Hanya sedikit karya tulisan apa pun dari periode tahun 30 M, sampai dengan 60 M. yang masih ada. Semua karya dari tahun 50-60 M. yang masih ada dikatakan hanya cukup untuk membuat 2 penahan buku berjarak satu kaki jauhnya satu dengan lainnya. Pembunuhan orang-orang Kristen atas perintah Nero pada tahun 64 M. membuat orang-orang non-Kristen menulis tentang Yesus:

1. Tulisan-tulisan dari Para Rabi Yahudi.
Beberapa bagian dari Talmud dan tulisan-tulisan Yahudi lainnya dengan jelas merujuk pada Yesus Kristus. rujukan-rujukan itu termasuk :
"Penggantungan" Yesus (di sebuah salib) pada malam Paskah[ditulis: sekitar 40-180 M.]
- Mengidentifikasi Yesus dan nama lima orang muridnya.
- Penyembuhan dalam nama Yesus.
- Olok-olokan terhadap "pernyataan" kelahiran Yesus oleh seorang perawan, dan mengimplikasikan "ketidaksahan" -Nya

2. Thallus (sekitar tahun 52 M.)
Karya sejarah yang dirujuk oleh Julius Africanus. Menjelaskan kegelapan pada saat kematian Kristus sebagai gerhana matahari. Walaupun tidak terjadi gerhana pada periode itu (di jelaskan oleh Julius Africanus), rujukan pada kematian Yesus disebutkan sebagai kenyataan.

3. Josephus (sekitar 64-93 M.)
Sejarawan Yahudi ini merujuk pada Yesus, mukjizat-mukjizat-Nya, penyaliban-Nya, dan murid-murid-Nya. Yang juga dirujuk adalah Yakobus, "saudara laki-laki Yesus yang disebut juga Kristus", dan Yohanes Pembaptis.

>4. Cornelius Tcitus (sekitar 64-116 M.)
Menulis untuk menghalau desas-desus bahwa Nero menyebabkan kebakaran besar di Roma pada tahun 64 M., ia merujuk pada orang-orang Kristen sebagai para pengikut "Christus", yang "menjalani hukuman mati pada masa pemerintahan Tiberius, oleh keputusan prokurator Pontius Pilatus." Kebangkitan disebut "takhayul yang jahat".

5. Pliny the Younger atau Pliny yang Lebih Muda(sekitar tahun 112M.)
Sebagai gubernur Bitinia di Asia Kecil, ia meminta panduan dari Roma mengenai ujian yang tepat untuk diberikan kepada orang-orang Kristen sebelum menghukum mereka. (Bila mereka meninggalkan iman mereka, mengutuk Yesus, dan menyembah patung Kaisar Trajan, mereka dibebaskan).

6. Hadrian (sekitar tahun 117-138 M.)
Sebagai respons terhadap pernyataan-pernyataan mengenai hukuman atas orang-orang Kristen yang menjauhkan orang-orang dari dewa-dewa kafir, yang mempengaruhi penjualan berhala-berhala, Hadrian memerintahkan agar mereka "diperiksa" berkenaan dengan iman mereka (mirip dengan respons pada Pliny the Younger).

7. Suetonius (sekitar tahun 120 M.)
Seorang sejarawan yang menulis tentang peristiwa-peristiwa pada tahun 40-60 M. Ia merujuk pada Kristus, kebangkitan yang merupakan "takhayul yang berbahaya dan tidak lazim", dan pada orang-orang Kristen yang dihukum mati oleh Nero.

8. Phelegon (sekitar tahun 140 M.)
Dirujuk oleh Julius Africanus dan Origen, ia merujuk pada "gerhana", gempa Bumi, dan pada nubuat-nubuat Yesus.

9. Lucian dari Samosata (sekitar 170 M.)
Satiris Yunani ini menulis tentang orang-orang Kristen, Kristus, penyaliban, martir-martir Kristen, dan "kepercayaan-kepercayaan baru dan tidak lazim".

10. Mara Bar-Serapion (sebelum 70+ M.)
Seorang filsuf Syria, ia menulis dari penjara kepada putranya, membandingkan Yesus dengan Socrates dan Plato.

APAKAH KEBANGKITAN BENAR-BENAR TERJADI ?

Sebagaimana yang telah diindikasikan halaman-halaman sebelumnya, penyaliban Yesus didokumentasikan dengan sangat baik dan diterima sebagai fakta. Dengan demikian pertanyaan pentingnya adalah, apakah Yesus bangkit dari kematian, membuktikan pernyataan dirinya sebagai Tuhan yang berinkarnasi ? Atau apakah terjadi hal lain pada jasad-Nya ? atau apakah Ia tidak pernah mati sama sekali ?

Kunci pada isu ini adalah arti penting lokal yang diberikan pada penanganan hukuman mati. Ucapan yang penuh kuasa dan makna serta banyaknya mukjizat membuat rakyat meminta Yesus menjadi raja. Ini mulai mengancam stabilitas politik lokal Roma dan kekuasaan religious pemimpin Yahudi yang dikritik Yesus secara terbuka. Kematian Yesus serta pencegahan muslihat harus dipastikan, karena sebelumnya Yesus telah menyatakan bahwa Ia akan mengalahkan kematian. Akibatnya, diambil tindakan pencegahan sedapat mungkin (Matius 27:62-66).

Alkitab mengimplikasikan bahwa penyebab kematian Yesus adalah cardiac arrest (gagal jantung), diindikasikan oleh darah dan air yang mengalir keluar dari luka tikaman tombak (para pakar medis mengkonfirmasi ini). Untuk mengamankan jasad-Nya, ditempatkan penjaga-penjaga Roma di luar kuburan. Penjaga-penjaga semacam ini terdiri dari 16 serdadu, denganrotasi disiplin untuk tidur di waktu malam (setiap empat jam, empat serdadu akan bergantian berjaga). Para penjaga itu akan dijatuhi hukuman penyaliban Roma bila mereka tidur pada jam tugas mereka atau meninggalkan pos mereka. Gagasan bahwa semua penjaga tertidur, dengan mempertimbangkan hukuman mati tadi sangatlah tidak masuk akal. Untuk lebih memastikan keamanan, sebongkah batu seberat dua ton digulingkan ke depan kuburan Yesus dengan materai Pontius Pilatus di atasnya.

Membuka materai itu tanpa persetujuan para penjaga resmi Roma berarti disalib terbalik. Isu sentralnya – yang tidak dapat dijelaskan oleh para pemimpin Yahudi, khususnya mengingat banyaknya tindakan pencegahan yang dilakukan – adalah …

Apa yang terjadi dengan jenazah Yesus bila Ia tidak bangkit dari kematian sebagaimana yang diindikasikan dalam laporan-laporan Injil ?

Penjelasan resminya adalah bahwa murid-murid mencuri jasad itu selagi para penjaga tertidur (dengan para imam melindungi para penjaga dari gubernur). Gagasan ini perlu karena tak seorangpun dapat menghasilkan tubuh mati Yesus, yang akan menghentikan kisah kebangkitan untuk selamanya. Apakah pencurian jenazah Yesus sangat tidak mungkin ?

1. Keenam belas penjaga pasti menghadapi risiko hukuman penyaliban apabila tertidur atau meninggalkan tugas. Pasti ada seorang penjaga yang tidak tertidur.
2. Murid-murid Yesus dalam keadaan terguncang, takut dan kacau balau, setelah melihat Tuan mereka disalibkan. Apakah masuk akal untuk berpikir bahwa mereka akan segera menciptakan rencana cemerlang dan dengan sempurna melaksanakannya pada hari istirahat Sabat ?
3. Motif apa yang dimiliki murid-murid ? Jika Yesus bukanlah Anak Allah seperti yang Ia nyatakan, mencuri jasad-Nya akan menciptakan suatu dusta tanpa manfaat apapun – dan kematian tanpa guna bagi murid-murid.

Analisis atas Penjelasan-Penjelasan Lain :

Apakah Yesus benar-benar mati ?

Saat itu penyaliban dilakukan lebih rutin, dan lebih menguras fisik untuk periode yang lebih lama, daripada kursi listrik di masa kini. Mungkinkah para algojo seprofesional itu tidak mengenali kematian ? Tikaman terakhir tombak ke daerah jantung adalah untuk memastikan bahwa seseorang sudah mati. Terhadap seorang ancaman politik seperti Dia, mereka harus yakin. Jika Yesus tidak mati, apakah seorang yang "setengah mati" dapat menggerakkan batu seberat dua ton dari dalam kubur dan melarikan diri dari sepasukan penjaga Roma tanpa terlihat ?

Apakah jasad-Nya dicuri pada waktu malam ?

Dengan tidak adanya senter atau sensor infra merah pada masa itu, mungkinkah sekumpulan murid ketakutan yang membawa-bawa obor dapat melewati sepasukan penuh penjaga Roma, menggerakkan batu seberat dua ton dan tidak terlihat ? lebih jauh lagi, dua hari Sabat sangat membatasi gerakan. Dan sekali lagi, untuk motif apa ?

Para Saksi Mata Kebenaran, Mati Untuk Menceritakan Kisah Itu

Kemartiran demi suatu kepercayaan adalah tidak unik. Namun orang seperti apa yang bersedia mati demi suatu dusta yang diketahuinya ? Seorang yang gila ? Apakah semua murid mau menghadapi kesulitan dan kematian demi suatu dusta yang mereka ketahui ? Murid-murid bersama Yesus terus-menerus selama tiga tahun. Mereka pasti mengetahui kebenaran kebangkitan. Berdusta tidak akan berguna karena pelayanan Yesus nanti akan diperdebatkan. Namun catatan-catatan dan laporan-laporan sejarah tentang para murid, mengindikasikan bahwa mereka semua dibunuh secara kejam karena kepercayaan mereka (kecualiYohanes). Yakobus dirajam, Petrus disalibkan terbalik, Tadeus dibunuh dengan panah, Matius dan Yakobus (Zebedeus) dibunuh dengan pedang, dan yang lainnya disalibkan.

Kesaksian Katakombe

Di bawah kota Roma membentang goa-goa berukir sepanjang 900 mil di mana lebih dari 7 juta orang Kristen, banyak yang dihukum mati karena kepercayaan mereka, dikuburkan. Yang lain-lain bersembunyi di bawah goa-goa ini selama berlangsungnya penganiayaan hebat atas orang-orang Kristen. Inkripsi-inkripsi yang paling awal diketahui di dinding-dinding bertanggal 70 M. beberapa penghuni awalnya mungkin berkomunikasi langsung dengan orang-orang yang telah melihat Yesus. Sejak sekitar tahun 400 M, Katakombe di kuburkan dan "terlupakan" selama lebih dari 1000 tahun. Pada tahun 1578 Katakombe diketemukankembali secara tidak sengaja. Kini Katakombe dapat dilihat sebagai saksi bisu akan banyak orang yang lebih memilih mati daripada mengutuk Yesus atau bersujud pada patung seorang kaisar. Martir-martir Kristen sangat berbeda dari martir-martir dunia lainnya dalam hal bahwa fakta-fakta sejarah merupakan landasan kepercayaan mereka – fakta-fakta yang dapat diverifikasi pada masanya, bukan sekedar pemikiran-pemikiran.

Saksi-Saksi Lawan Berubah Menjadi Kristen

Paulus, seorang pemimpin penganiayaan terhadap orang-orang Kristen, melepaskan kekayaan, kekuasaan, dan kenyamanan setelah melihat Kristus yang sudah bangkit, kemudian menulis sebagian besar Perjanjian Baru. Dua anggota Sanhedrin (yang tidak hadir ketika Sanhedrin menjatuhkan hukuman atas Yesus) secara diam-diam menjadi murid Yesus. Saudara-saudara kandung Yesus yang tidak percaya, Yakobus dan Yudas, belakangan menjadi percaya setelah kebangkitan. Persidangan persidangan hukum menganggap saksi-saksi lawan sangat penting, karena mereka cenderung mempersoalkan fakta-fakta yang mendukung lawan mereka. Alkitab menyatakan dengan jelas bahwa saksi-saksi lawan berubah menjadi orang-orang yang percaya kepada Yesus.


BUKTI ARKEOLOGIS KEBANGKITAN YESUS

Para Arkeolog telah menemukan dukungan kuat untuk banyak detail dari kehidupan Yesus. Beberapa contohnya adalah:

Bukti tidak langsung akan kebangkitan

Bukti bahwa orang-orang pada masa Yesus mempercayai kebangkitan terdapat pada peti-peti tulang (ossuary-wadah serupa jambangan untuk tulang-belulang) yang diketemukan dalam sebuah kuburan terkunci di luar Yerusalem pada tahun 1945. Koin-koin yang dicetak sekitar tahun 50 M, ditemukan dalam peti-peti itu, menunjukkan bahwa penguburan tersebut dilakukan dalam kira-kira 20th setelah penyaliban Yesus.

Tanda-tanda pada peti-peti mati tersebut mudah dibaca dan mencakup kata-kata (dalam bahasa Yunani): "Yesus, tolong" dan "Yesus, bangkitkanlah dia." Pada peti-peti mati itu juga terdapat beberapa salib, ditandai dengan jelas dengan menggunakan arang. Ini membuktikan bahwa orang-orang Kristen mula-mula percaya pada kemampuan Yesus untuk menang atas kematian. Ini juga terkait dengan pemikiran tentang kemenangan atas kematian di salib.

Sebelum kebangkitan, "perampokan kuburan" tidak dianggap sebagai pelanggaran serius. Kebangkitan mengubah hal tersebut. Suatu inkripsi yang ditemukan di sebuah kuburan di Nazaret memperingatkan bahwa siapapun yang kedapatan mencuri dari kuburan akan menerima hukuman mati. Para sarjana percaya bahwa inkripsi itu ditulis seawal-awalnya pada pemerintahan Tiberius (berakhir tahun 37 M) atau selambat-lambatnya pada pemerintahan Claudius (41-45 M). Yang manapun kasusnya, itu pasti sesaat sesudah penyaliban. Secara wajar, Nazaret yang adalah kampung halaman Yesus pasti "menarik" bagi para pejabat.

KAIN KAFAN YESUS ?

Sebuah kain kafan (Kain Kafan dari Turin) oleh banyak orang dianggap sebagai kain kafan Yesus yang sebenarnya (Matius 27:59; Markus 15:46; Lukas 23:53). Beberapa Hal yang mendukung keasliannya adalah:

1. Tes-tes yang mengkonfirmasi jenis serat dan partikel-partikel kecil dari debu batu kapur yang hanya ada di wilayah tersebut.
2. Konfirmasi darah, pada luka-luka yang posisinya tepat seperti yang diindikasikan dalam laporan-laporan hukuman mati Yesus yang unik.
3. Konfirmasi penyaliban sebagai kemungkinan penyebab kematian berdasarkan citra yang dihasilkan… sesuai dengan tubuh yang sudahmati.
4. Perkiraan tanggalnya adalah sekitar penyaliban.

Beberapa pakar telah dapat membuat tiruan citra pada kain kafan itu dengan menggunakan teknologi masa kini. Beberapa orang percaya bahwa kain kafan itu merupakan muslihat rumit abad ke empat belas. Isu terakhirnya, yaitu apakah kain kafan itu digunakan oleh Yesus, bagaimanapun juga, tidak akan pernah pasti.

APAKAH KEBANGKITAN BERSIFAT FISIK ?
Beberapa orang (dan bahkan beberapa organisasi) berupaya meminimalkan atau bahkan menyanggah kebangkitan fisik Kristus. Mengapa ? Mungkin karena itu meruntuhkan pernyataan-pernyataan Yesus akan keilahian-Nya. Seorang nabi harus 100 persen akurat untuk menjadi seorang nabi Tuhan, dan Yesus dengan jelas mengindikasikan bahwa Ia akan bangkit kembali secara fisik dari kematian (Yohanes 2:19-22). Atau mungkin orang-orang ingin mengurangi peran dan kuasa Yesus. Fakta-fakta dengan jelas
menyatakan bahwa kebangkitan Yesus nyata dan bersifat fisik.

>Kebangkitan merupakan peristiwa yang amat sangat penting bagi orang-orang Yahudi di daerah itu. Kaum Saduki dan Farisi berdebat sengit tentang konsep kebangkitan, lama sebelum Yesus. Setelah Paskah pertama, orang-orang berselisih tentang Kebangkitan, orang-orang memenjarakan orang lain karena Kebangkitan, bahkan banyak orang-orang mati karena Kebangkitan. Pada masa sesudah Kebangkitan, tidak ada keraguan bahwa banyak orang percaya bahwa Yesus muncul kembali dalamwujud fisik.

Laporan-laporan yang dicatat dalam Perjanjian Baru berhasil bertahan dalam ujian pemeriksaan saksi mata. Laporan-laporan tentang kebangkitan dapat dengan mudah dipertanyakan oleh orang-orang pada masa itu. Pada masa awal, tidak ada catatan tentang siapapun yang menyatakan bahwa Yesus adalah sesosok bayangan (hantu) atau halusinasi atau "makhluk halus". Agar memiliki makna penting, kebangkitan harus merupakan kebangkitan tubuh, seperti yang diindikasikan oleh Yesus sendiri. Beberapa rujukan mendukung ini.

Makan, Minum, Menjamah

Apakah roh dapat makan ? Minum ? Menjamah ? Tidak ada bukti historis akan wujud roh apapun yang dapat melakukan fungsi-fungsi manusia kecuali roh itu menjadi manusia terlebih dahulu (misalnya malaikat menjadi manusia). Yesus, di sisi lain, secara spesifik membuat verifikasi penting akan eksistensi fisik-Nya dengan makan dan minum setelah kebangkitan (Lukas 24:37-43).

Apakah roh atau halusinasi dapat disentuh atau dirasakan ? Tomas,murid yang paling peragu, pasti percaya bahwa menjamah merupakan kriteria utama untuk "bukti". Yesus secara fisik menampakkan diri kepada Tomas (dan yang lainnya), menantang dia untuk melihat bekas paku di kedua tangan-Nya dan menjamah pinggang-Nya (Yohanes 20:25-28).


YESUS – APAKAH IA ADALAH TUHAN ?

Orang-orang Kristen menyatakan bahwa Yesus adalah Tuhan (sebenarnya) yang muncul di dunia dalam daging manusia. Konsep Kristen akan satu Tuhan semesta alam mencakup tiga bagian yang sangat berbeda namun tak terpisahkan: Bapa, Anak, dan Roh Kudus.

APAKAH YESUS BERPIKIR BAHWA IA ADALAH TUHAN ?

Yesus sering merujuk pada ketuhanan-Nya sendiri, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Meskipun Yesus menegaskan bahwa ia adalah sang Mesias (Markus 14:62,63), ia tidak menggunakan istilah Mesias untuk merujuk pada diri-Nya sendiri, mungkin untuk membedakan Dia dalam ketuhanan-Nya dari pengharapan luas akan seorang Mesias manusia.

Yesus kerap menggunakan istilah "Anak Manusia" dan "Anak Allah" untuk diri-Nya sendiri. Keduanya merujuk pada sifat ilahi-Nya (Daniel 7:13, 14; Matius 26:63, 64).

Yesus juga menggunakan kata-kata spesifik "Aku" (Ego eimi dalam bahasa Yunani, ani bu dalam bahasa Ibrani) dalam beberapa kesempatan (misalnya Yohanes 8:56-58).

Allah menggunakan kata-kata ini untuk mendeskripsikan diri-Nya kepada Musa. Yesus juga menyatakan secara spesifik bahwa Ia dan Allah adalah "satu" (Yohanes10:30).

Dan Yesus dengan jelas mengindikasikan bahwa Ia memiliki otoritas atas hal-hal yang dikendalikan hanya oleh Tuhan, seperti pengampunan atas dosa (Markus 2:5-10), kuasa kata-kata-Nya yang tak berkesudahan (Matius 24:35), penerimaan akan kemuliaan (Yohanes 17:5), dan yang juga penting adalah penerimaan Yesus akan penyembahan (Lukas 5:8; Yohanes 20:28).

Dasar monoteistik Yahudi yang kuat, mutlak melarang penyembahan terhadap apapun atas kehidupan Yesus –mukjizat-mukjizat-Nya yang penuh belas kasihan, gaya hidup-Nya yang sempurna, dan kasih-Nya – mengindikasikan bahwa pernyataan-pernyataan-Nya dapat dipercaya, dan mungkin merupakan bukti terkuat akan keilahian-Nya.

APAKAH ORANG LAIN BERPIKIR BAHWA YESUS ADALAH TUHAN ?

Murid-murid Yesus memandang Yesus sebagai Tuan dalam daging manusia, dan mereka menyembah Dia sebagai demikian (Lukas 5:8, Yohanes 20:28). Tentunya, menyaksikan kebangkitan dan transfigurasi (Matius 17:1-5) merupakan bukti tak terbantahkan bagi mereka. Perjanjian baru dan tulisan-tulisan Kristen mula-mula mendefinisikan Yesus sebagai Tuhan …

Tuhan kami… di bumi sini (1 Korintus 8:6; 1 Timotius 2:5).

ADAKAH BUKTI LAIN AKAN KETUHANAN YESUS ?

Banyak orang mengatakan bahwa mukjizat-mukjizat Yesus merupakan bukti ketuhanan-Nya. Namun terdapat banyak catatan tentang mukjizat-mukjizat yang dilakukan oleh orang lain (dalam Alkitab dan lain-lain). Alkitab mengatakan bahwa penggenapan nubuat secara sempurna membuktikan campur tangan Tuhan (Ulangan 18:21, 22). Kemungkinan semua nubuat Perjanjian Lama tentang Yesus menjadi kenyataan dalam seorang manusia adalah di luar kemungkinan statistik tanpa campur tangan ilahi. Dan Yesus dinubuatkan dengan keakuratan sempurna tentang hal-hal seperti waktu kematian-Nya, cara kematian-Nya, kebangkitan-Nya, dan pemunculan-Nya belakangan di Galilea. Kesempurnaan nubuatan-Nya digabungkan dengan pernyataan-Nya sebagai Tuhan merupakan verifikasi akan ketuhanan Yesus.

MENGAPA NUBUAT PENTING ?

Manusia terobsesi dengan masa depan.

Hubungan-hubungan… karir… kesehatan… kekayaan… kematian… pertanyaan-pertanyaan tentang masa depan mendenominasi pemikiran manusia. Tiga bentuk dasar meramalkan masa depan (selain menebak-nebak) adalah:

1. Perkiraan (Oleh para pakar) – Ramalan-ramalan akan efek-efek dari sebab-sebab – berdasarkan pengalaman dan pemahaman (cara ini didukung oleh Alkitab).
2. Tenungan (Oleh dukun dan sejenisnya) – Ramalan-ramalan yang berdasar pada informasi supranatural yang berasal bukan dari Tuhan (dilarang oleh Alkitab).
3. Nubuat (Oleh para nabi) -- Ramalan-ramalan yang berdasar pada informasi yang diterima dari Tuhan (direkomendasikan oleh dan terdapat dalam Alkitab).

Pakar-pakar bisa salah. Para dukun sering salah. Para nabi tidak pernah, tidak pernah salah. Begitu pentingnya peran para nabi alkitabiah sehingga mereka dibunuh bila membuat kesalahan dalam sebuah nubuat.


Pentingnya nubuat ditekankan dalam Alkitab dengan perintah untuk :
1. Menguji segala sesuatu… termasuk kitab-Kitab Suci dan orang-orang.
2. Menggunakan nubuat… untuk menentukan apakah sesuatu berasal dari Tuhan.

Alkitab terbuka terhadap serta dapat digunakan untuk pengujian nubuat. Lebih dari 1000 nubuat mengisi Alkitab. Nubuat-nubuat ini adalah tentang orang-orang, tempat-tempat dan peristiwa-peristiwa -- nubuat-nubuat tepat yang dibuat berabad-abad sebelum penggenapannya.

Kita bisa memilih untuk menerima atau menolak pesan Alkitab. Para dokter memberitahu kita bagaimana memperpanjang hidup kita, dan para insinyur memberitahu cara membangun jembatan. Kita biasanya meminta nasihat dari pakar-pakar seperti itu. Namun para dokter dan insinyur kadang-kadang salah. Alkitab memberitahu kita bagaimana caranya meraih kehidupan penuh di Bumi dan untuk kekekalan. Nubuat membantu memverifikasi bahwa Alkitab tidak pernah salah. Kita sungguh bodoh bila menolaknya.

Standar-standar keberhasilan manusia
• Memiliki rata-rata pukulan 40 % dalam bisbol professional.
• Berhasil meramalkan para pemenang pertandingan futbol sebanyak 75 persen sepanjang satu musim.
• Melempar koin 100 kali dan dengan benar meramalkan kepala atau ekor sebanyak 60 persen.
• Dengan tepat meramalkan kandidat yang menang dalam tiga dariempat pemilihan presiden mendatang.
• Dalam 100 perbandingan berbeda dari dua saham yang sangat mirip, dengan tepat memilih yang nilainya paling baik selama periode 12 bulan sebesar 70 persen.

Standar-standar keberhasilan Tuhan:
• 100 persen – sama sekali tidak ada kesalahan dalam nubuat apapun, tidak peduli betapa ajaib atau luar biasa itu kelihatannya.
• Satu kesalahan oleh seorang nabi harus dihukum dengan kematian

Nubuat-Nubuat – "Bukti" Statistik

Walaupun sejarah tak akan pernah dapat "terbukti", probabilitas statistik yang luar biasa sering dipandang sebagai "bukti" oleh para ilmuwan dan matematikawan. Dari sudut pandang statistik, keterlibatan Tuhan dalam kehidupan Yesus adalah "PASTI".

Sebagaimana diindikasikan sebelumnya, nubuat-nubuat yang terdapat dalam Perjanjian Lama ditulis lama sebelum kelahiran Yesus. Gulungan-gulungan Kitab Laut Mati memberikan bukti tak terbantahkan bahwa laporan-laporan tersebut tidak diutak-atik selama berabad-abad. Dari 469 nubuat sejarah yang terdapat dalam Perjanjian Lama yang harus digenapi, 467 telah diverifikasi sebagai nubuat yang sudah digenapi (kita tidak memiliki catatan akan penggenapan dua yang lainnya).

Mungkin yang paling memikat adalah nubuat-nubuat mengenai Yesus.

Siapakah nenek moyang Yesus menurut nubuat Alkitab:
• Daud : 2 Samuel 7:12-16; Yeremia 23:5.
• Isai : Yesaya 11.
• Yehuda : Yesaya 11 .
• Yakub : Kejadian 35:10-12; Bilangan 24:17.
• Ishak : Kejadian 17:16; 21:12.
• Sem : Kejadian 9:26, 27; 10.

Apa :
• Seorang perawan melahirkan : Yesaya 7:14.
• Kelahiran Juruselamat kekal : Yesaya 9:6,7.
• Juruselamat bagi Bangsa Yahudi dan bangsa bukan Yahudi : Yesaya 49:6.
• Pembuat mukjizat : Yesaya 29:18; 35:5,6.
• Ditolak oleh orang-orang Yahudi : Yesaya 53:1-3; Mazmur 118:22; Matius 21:42-46.

Di mana :
• Kota kelahiran Yesus : Mikha 5:2 menyatakan bahwa Yesus akan dilahirkan di Betlehem, di Efrata (tepatnya, Yudea – ada di Betlehem lain yang lebih dekat dengan rumah Yusuf di Nazaret).

Kapan :
• Nubuat tanggal minggu palem : Daniel 9:20-27.
Walaupun nubuat Daniel ini rumit sebelum dipahami, nubuat yang dibuat sekitar tahun 535 SM. ini meramalkan saat terakhir Yesus masuk ke Yerusalem sampai pada hari-Nya. Nubuat ii menyatakan "Tujuh Puluh Tujuh" Daniel :

• 69 kali 7 (tahun) akan berlaku sejak dekrit untuk membangun Yerusalem sampai kedatangan "Dia yang Diurapi" (disebut Messiah - dalam bahasa Ibrani). Ini merupakan tanggal masuknya Yesus ke Yerusalem pada Minggu Palem.

• Setelah waktu itu Dia yang Diurapi akan diputus (kata Ibrani yikaret, bermakna kematian yang tiba-tiba dan kejam –semacam penyaliban)

• Sejak saat itu kota Yerusalem dan bait suci akan dimusnahkan.

Nubuat: Daniel, seorang Ibrani, menerima wahyu nubuatan pada tahun 535 SM. Dengan menggunakan definisi tahun Ibrani (360 hari) kita mendapatkan:


Dekrit untuk membangun kembali Yerusalem dikeluarkan oleh Artahsasta pada tanggal 14 Maret 445 SM (Hari pertama bulan Nisan tahun itu – Nehemia 2:1-6).

Dengan menggunakan kalendar 365 hari, serta penyesuaian untuk tahun-tahun kabisat dan penyesuaian ilmiah akhir (tahun kabisat jatuh setiap 128 tahun), kita mendapati bahwa jumlah hari-hari ini membawa kita tepat pada:

6 April 32 M.

Sejarah: Pelayanan Yesus dimulai pada tahun ke lima belas pemerintahan Kaisar Tiberius (Lukas 3:1), yang pemerintahannya dimulai tahun 14 M. Suatu analisis kronologis atas pelayanan Yesus menunjukkan bahwa tiga tahun membuat minggu terakhir jatuh pada tahun 32 M.

The Royal Observatory di Greenwich, Inggris, mengkonfirmasi bahwa tanggal hari Minggu sebelum Paskah tahun itu adalah…

6 April 32 M

Unsur-unsur nubuat lain yang juga digenapi
• Yesus disalibkan 3 ½ hari kemudian.
• Roma memusnahkan kota Yerusalem dan bait suci pada tahun 70 M.

Nubuat-nubuat lain
• Raja yang menunggang seekor keledai (Zakharia 9:9)
• Menderita dan ditolak (Yesaya 53:1-3)
• Disalib dan ditusuk (Mazmur 22:16)
• Undi dibuang untuk pakaiannya (Mazmur 22:18)
• Tidak ada tulang yang patah (Mazmur 34:21)
• Diberi empedu dan anggur (Mazmur 69:20-22)
• Ditikam dengan sebatang tombak (Zakharia 12:10)
• Semua keturunan melayani Dia (Mazmur 22:30)
• Dikhianati oleh seorang sahabat (Mazmur 41:9)
• Untuk 30 keping uang perak (Zakharia 11:12, 13)
• Perak itu dilemparkan di lantai bait suci, lalu digunakan untuk membeli tanah tukang periuk (Zakharia 11:13)

Para pakar statistik memperkirakan bahwa probabilitas semua nubuat ini menjadi nyata dalam seorang manusia siapa saja adalah kira-kira 1 kemungkinan dalam 10 pangkat 99 – kurang dari kemungkinan untuk dengan tepat memilih satu elektron dari semua zat di alam semesta, atau intinya nol tanpa campur tangan ilahi.

NUBUAT-NUBUAT YESUS

Nubuat-nubuat yang dibuat Yesus sendiri sangat penting karena:
1. Keakuratan yang sempurna memverifikasi bahwa nubuatan-nubuatantersebut "berasal dari Tuhan" (Ulangan 18:19-22)
2. Karena Ia menyatakan diri sebagai Mesias dan Anak Allah, nubuatan-nubuatan tersebut memverifikasi pernyataan-pernyataan Yesus Kristus.

Nubuat dari Yesus meliputi beberapa nubuat yang segera diverifikasi oleh orang-orang di sekeliling-Nya (misalnya, Yesus memberitahu seorang perwira bahwa hambanya akan sembuh – Matius 8:5-13). Nubuat-nubuat lain merujuk pada penghakiman, pada Sorga, atau pada akhir zaman. Yesus memberitahukan kepada murid-murid-Nya nubuat akan kematian dan kebangkitan-Nya sehingga ketika peristiwa-peristiwa itu terjadi, mereka percaya bahwa Ialah sang Mesias (Yohanes 13:19). Bangsa Yahudi menyadari bahwa hanya Tuhan yang mengetahui masa depan.

Nubuat-nubuat Yesus tentang kebangkitan-Nya :
1. Bahwa Ia akan dikhianati (Matius 26:21; Markus 14:17-21; Lukas 22:21,22)
2. Siapa yang akan mengkhianati Dia
3. Kapan Ia akan dikhianat
4. Bahwa murid-murid-Nya akan meninggalkan-Nya.
5. bahwa Petrus akan menyangkal Dia tiga kali (Matius 26:33,34; Markus 6. Bahwa Ia akan disalibkan (Yohanes 3:14-16; 12:32-34)
7. Bahwa Ia akan mati dan kemudian dibangkitkan:

• Nubuat pertama (Matius 16:21-28; Markus 8:31-9:1; Lukas 9:21-27)
• Nubuat kedua (Matius 20:17-19; Markus 10:32-34; Lukas 18:31-34
8. Bahwa pada hari ke-tiga Ia akan bangkit dari kematian
9. Bahwa Ia akan kembali dari kematian untuk menemui murid-murid di Galilea.


MENGAPA ORANG-ORANG MENOLAK YESUS ?

Bukti-bukti mengenai Yesus begitu berlimpah sehingga rasanya luar biasa bahwa banyak orang masih menolak Dia. Betapapun, janji-janji akan kehidupan kekal di Sorga bukanlah janji-janji yang buruk… dan janji-janji itu mudah dan cuma-cuma. Penolakan terhadap sang Mesias, bagaimanapun juga, seharusnya tidak mengejutkan. Hal itu sudah banyak dinubuatkan (Yesaya 53:1-3; Mazmur 118:22; Matius 21:42-46; Lukas 16:19-31).

Ketidaktahuan – Mungkin Alasan terbesar untuk tidak percaya kepada Yesus adalah ketidaktahuan. Kebanyakan orang menggunakan terlalu sedikit waktu untuk menyelidiki kepercayaan religius mereka. Akibatnya, pendapat dunia sering menjadi dasar isu terpenting dalam kehidupan ini. Kepercayaan religius mungkin berasal dari kepercayaan keluarga, teman, atau gereja yang dominan dalam komunitas. Namun pada akhirnya, tidak peduli apa alasannya jika Anda salah. Juga tidak peduli walaupun Anda bersungguh-sungguh. Seperti yang sangat sering ditunjukkan sejarah, orang-orang dapat menjadi sangat sungguh-sungguh,namun sungguh-sungguh salah.

Apatis – Acapkali orang-orang memiliki perasaan aman yang salah bahwaTuhan akan memelihara semua orang. Pemikiran ini kadang kala disertai pemikiran bahwa Neraka tidak ada, atau bahwa Tuhan bagaimanapun juga akan mengirim semua orang yang "berusaha menjadi baik" ke Sorga. Ini bukanlah apa yang Alkitab ajarkan. Alkitab mengungkapkan bahwa janji-janji Tuhan disediakan bagi umatnya dan ada banyak alasan mengapa yang lain-lain "tidak mendengar" (Matius 13:11-43). Kenyataan dan kengerian Neraka dinyatakan dengan jelas, termasuk sempitnya jalan yang menuju Sorga (Matius

Ketakutan – Beberapa orang takut bahwa menjadi seorang Kristen berarti "meninggalkan kesenangan" atau menjalani kehidupan yang aneh dan terkucil tanpa teman-teman. Tidak tercantum sama sekali di manapun dalam Alkitab bahwa kita harus mengawali kehidupan yang membosankan dan tidak berkumpul dengan orang lain. Alkitab menyatakan kebalikannya. Alkitab menjanjikan bahwa mengenal Yesus akan membuat kita "mempunyai hidup dalam segala kelimpahan" (Yohanes 10:10). Dan bukan hanya kebebasan semacam itu yang akan membuat kita bersenang-senang dengan teman-teman; Alkitab juga mengatakan bahwa para malaikat di Sorga "bersukacita" ketika kita menerima Yesus sebagai Tuhan.

Tradisi – Orang-orang cenderung mengadopsi kepercayaan orang tua mereka, bahkan meskipun kepercayaan-kepercayaan tersebut salah. Alasan untuk menolak Yesus ini seringkali merupakan yang paling kuat. Namun kita bertanggung jawab atas tindakan kita masing-masing. Bahkan masyarakat tidak memasukkan orang tua ke penjara karena kejahatan anak-anak mereka. Yesus tahu bahwa Ia akan, kadang-kadang, menyebabkan orang-orang terpisah dari kepercayaan tradisional keluarga (Matius10:21, 22).


Pengaruh Kejahatan

Agar dapat sepenuhnya memahami mengapa orang-orang menolak Yesus, kita harus menyadari keberadaan agen-agen kejahatan yang supranatural, yang sama nyatanya dengan Tuhan dan agen-agen kebaikan. Alkitab secara luas mengakui setan-setan, Iblis, dan pengaruh jahat yang menyesatkan.

Tujuan setan adalah melakukan apapun yang diperlukan untuk menarik orang-orang menjauh dari Yesus. Yang diperlukan hanyalah satu langkah keluar dari jalan, seperti "jenis" Yesus yang berbeda atau kekeras-kepalaan untuk tidak meminta Dia memimpin kehidupan kita.

Dunia penuh dengan upaya-upaya jahat semacam itu yang berusaha menarik kita menjauh dari Yesus. Namun bila kita sungguh-sungguh meminta kepada Tuhan untuk mengungkapkan kebenaran, kita akan dapat mengatasinya.

JAWABAN ATAS PERTANYAAN-PERTANYAAN UMUM

Bagaimana Kita Mengetahui bahwa Alkitab Akurat ?

Pertama, integritas manuskrip-manuskrip Alkitab asli telah didemonstrasikan oleh sejumlah besar manuskrip yang disalin dengan
persis pada masa kehidupan para saksi mata dan diverifikasi sebagai manuskrip-gulungan-gulungan Kitab Laut Mati.

Kedua, Arkeologi telah menunjukkan konsistensi menyeluruh Alkitab dengan apa yang kita kenal sebagai sejarah dunia.

Ketiga, ratusan nubuat kuno yang terdapat dalam Alkitab, menunjukkan keakuratan 100 persen, mengindikasikan adanya panduan ilahi

Dan akhirnya, Alkitab 100 persen konsisten dengan fakta-fakta ilmu pengetahuan… yang dikoborasi

Mengapa Beberapa Orang Menyatakan Bahwa Alkitab Mengandung Banyak Kontradiksi ?

Setelah dipertanyakan selama ratusan tahun, keakuratan Alkitab berhasil bertahan dari ujian waktu. Jenis-jenis kesalahpahaman yang muncul adalah :

1. Detail-detail yang dulunya tampak bertentangan dengan ilmu pengetahuan atau Arkeologi. Seringkali informasi yang kita terlalu terbatas sehingga kita tidak dapat mengetahui apakah Alkitab benar.

Selama bertahun-tahun para sarjana percaya bahwa Bumi datar, sementara Alkitab mengindikasikan bentuk bola. Demikian juga, para kritikus mencemooh penyebutan bani Het awal, atau kota-kota seperti Sodom dan Gomora – yang dipikir tidak ada, namun kini diverifikasi sebagai fakta. Para ilmuwan baru-baru ini "membuktikan" definisi Einstein tentang alam semesta (konsisten dengan Alkitab), yang menggantikan pandangan Newton yang lebih terbatas. Daftar ini terus berlanjut dan terus. Saat Arkeologi dan ilmu pengetahuan mengungkap lebih banyak, Alkitab diverifikasi dan tidak terbukti salah.

2. Laporan-Laporan berbeda oleh penulis-penulis berbeda. Detail-detail yang terdapat dalam Injil-Injil yang berbeda mulanya tampak bertentangan. Bagaimanapun juga laporan-laporan tersebut sekedar melaporkan peristiwa-peristiwa dari berbagai sudut pandang yang berbeda. Misalnya Matius mencatat bahwa Maria Magdalena dan "Maria yang lain" pergi ke kubur. Markus mencatat Maria Magdalena dan Maria, ibu Yakobus, dan Salome. Lukas mencatat "perempuan-perempuan", dan Yohanes mencatat Maria Magdalena. Apakah laporan-laporan itu bertentangan ? Tidak. Orang-orang berbeda mencatat fakta-fakta berbeda. Bila ditempatkan saling berdampingan, laporan-laporan tersebut memberikan gambaran yang lebih lengkap akan apa yang terjadi.

Apakah Sorga dan Neraka Nyata ?

Alkitab secara luas menuturkan tentang Sorga, Neraka, Iblis, malaikat-malaikat, dan setan-setan. Survey menunjukkan bahwa lebih banyak orang yang percaya pada Sorga daripada Neraka. Beberapa agama non-alkitabiah bahkan menyangkal bahwa Neraka ada. Namun, Yesus sebenarnya lebih banyak berbicara tentang Neraka daripada tentang Sorga. Jadi tidaklah bijaksana untuk mengabaikan Neraka. Perumpamaan Yesus dalam Lukas 16:19-31 memberikan kita peringatan yang sangat jelas mengenai Sorga dan Neraka.

Apa yang Dikatakan Alkitab tentang Sorga dan Neraka
S O R G A
N E R A K A

Luar biasa indah
Siksaan Kekal

(Markus 9:43-49)

Sepadan dengan melepaskan segala-galanya

(Matius 13:44-46)
Keterpisahan dengan Tuhan

(Lukas 16:19-31)

Tempat di mana Tuhan Berdiam

(Ulangan 26:15)
Tempat di mana Iblis Berdiam

(Wahyu 20:10)

>Sempurna – tanpa penderitaa

(Wahyu 21:1-4)
Penuh Penderitaan

2 Petrus 2:4-9)

Akan tampak indah jika hanya ada jalan ke Sorga tanpa ke Neraka. Tidak mengejutkan, nabi-nabi palsu merancang agama menurut hasrat manusia yang berusaha menjauh dari Neraka, atau menyakinkan orang-orang bahwa mereka dapat menjadi "Tuhan" . Alkitab secara spesifik berkenaan dengan jalan ke Sorga, dan mengindikasikan bahwa jalan-jalan yang lain>menuju ke Neraka.

Bagaimana Kita dapat Mengetahui Agama Mana yang Benar ?

Tidak ada agama yang "benar" di dalam dan akan dirinya sendiri. Alkitab adalah tentang hubungan manusia dengan Tuhan – cara yang benar dan cara yang salah. Agama apapun yang sepenuhnya konsisten dengan pengajaran Alkitab adalah benar. Sedangkan yang bertentangan dengan pengajaran Alkitab adalah agama yang salah.

Jadi dapat dipercayanya Alkitab sebagai garis pedoman sifatnya sangat vital. Seperti sudah diindikasikan, manuskrip-manuskrip Alkitab asli merupakan mukjizat di dalam dan akan dirinya sendiri. Bukti bahwa



Alkitab dapat dipercaya mencakup :
1. Ledakan tulisan yang dapat dipercaya dan koroboratif.
2. Dapat diverifikasinya manuskrip-manuskrip Alkitab pada masa itu oleh para saksi
3. Kematian para saksi mata karena kesaksian yang dapat mereka tegaskan kebenarannya
4. Banyak orang lain, yang dapat mengetahui fakta-fakta sejarah, juga mati karena kepercayaan-kepercayaan yang sama.

Jika Perjanjian Baru benar, maka Perjanjian Lama juga secara luas diverifikasi oleh Yesus (Lukas 16:16, 17) oleh lebih dari 700 rujukan silang, oleh bukti gulungan-gulungan Kitab Laut Mati, dan oleh "bukti matematis" ratusan nubuat.

Masalah mulai timbul ketika orang-orang mulai mengubah atau menambahi Alkitab. Beberapa hal akan mengindikasikan bahwa "inspirasi" semacam itu tidak berasal dari Tuhan. Pertama, Alkitab memerintahkan kita untuk tidak menambah, menghapus atau mengubahnya (Wahyu 22:18, 19). Kedua, Yesus memverifikasi bahwa Alkitab tidak akan berubah (Lukas 16:17). Dan Ketiga, mengapa Tuhan yang sempurna perlu mengubah Firman-Nya yang orisinil dan sempurna ? Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa jalan ke Sorga didefinisikan sebagai Kristus: Yohanes 14:6-9, Matius 27:51-53, Yohanes 3:16, Efesus 2:8, Kisah Para Rasul 4:12, Kolose 1:15-23, Yohanes 6:48-58, Ibrani 10:26-31.

>Menghindari tuhan-tuhan palsu – Alkitab memberi peringatan atas Tuhan-Tuhan palsu berikut ini:

1. Tuhan yang bukan Tuhan semesta alam yang esa (yang tidak memiliki rekan yang setara – termasuk manusia) bukanlah Tuhan Alkitab (1 Timotius 2:5; Yesaya 44:6).

>2. Tuhan yang tidak bermanifestasi sebagai Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh Kudus, bukanlah Tuhan Alkitab (Lukas 12:8-10; Yohanes 1:1, 2, 14; Kisah Para Rasul 5:3, 4).

>3. Tuhan yang tidak memproklamirkan Yesus Kristus sebagai korban puncak untuk menebus mereka yang menyerahkan diri kepada-Nya bukanlah Tuhan Alkitab (Matius 27:51-53; Markus 14:24; Yohanes 6:48-58; Kisah Para Rasul 4:12; Kolose 1:15-23).

Bagaimana Kita Dapat Memastikan Hubungan yang Benar dengan Tuhan Sehingga kita Dapat Pergi ke Sorga ?

Ketika Yesus mengatakan bahwa tidak semua orang yang menggunakan nama-Nya akan masuk ke dalam Sorga (Matius 7:21-23), Ia sedang merujuk pada orang-orang yang berpikir bahwa menggunakan nama Kristus beserta ritual-ritual dan aturan-aturan merupakan kunci ke Sorga. Hubungan dengan Tuhan tidak berasal pada ritual dan aturan. Hubungan dengan Tuhan berdasar pada kasih karunia, pengampunan dan jenis hubungan yang benar dengan Dia.

Bagaimana Cara Memiliki Hubungan Pribadi dengan Tuhan ?

1. Percayalah bahwa Tuhan ada dan ia datang ke Bumi dalam wujud manusia Yesus Kristus (Yohanes 3:16; Roma 10:9).
2. Terimalah pengampunan atas dosa dari Tuhan secara cuma-Cuma melalui kematian dan kebangkitan Yesus Kristus (Efesus 2:8-10; 1:7,8).
3. Beralihlah pada rencana Tuhan untuk kehidupan (1 Petrus 1:21-23; Efesus 2:1-5)
4. Ekspresikanlah bahwa Anda ingin Kristus memimpin kehidupan Anda (Matius 7:21-27; 1 Yohanes 4:15).


Lalu Apa ?

Mereka yang dengan sungguh-sungguh mengambil langkah-langkah ini secara otomatis menjadi anggota keluarga Tuhan yang terdiri dari orang-orang percaya. Sebuah dunia kebebasan dan kekuatan baru kini tersedia melalui doa dan ketaatan pada kehendak Tuhan. Orang-orang baru dapat membangun hubungan mereka dengan Tuhan dengan mengambil langkah-langkah berikut ini:

1. Bergabunglah dengan sebuah Gereja (yang berdasar pada Alkitab) yang Anda sukai dan hadirilah Gereja itu secara teratur.
2. Cobalah untuk menyisihkan waktu setiap hari untuk berdoa dan membaca Alkitab.
3. Bersekutulah dengan orang-orang Kristen lainnya secara teratur.

Janji Tuhan Kepada Orang-Orang Percaya:

Untuk Masa Kini:
"Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya,maka semuanya itu (yakni semua yang memuaskan Anda-red)
akan ditambahkan kepadamu."(Matius 6:33)

Untuk Kekekalan:
"Barang siapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal,tetapi barang siapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup,melainkan murka Allah tetap ada di atasnya."(Yohanes 3:36)

Amin.

from: situs kristen.
Read More..

December 15, 2008

It's Christmas Time


So this is Christmas
And what have you done?
Another year over
And a new one just begun

And so this is Christmas
I hope you have fun
The near and the dear one
The old and the young.

A very Merry Christmas
And a Happy New Year

Read More..

December 14, 2008

FORGIVE and FORGET

Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu (Efesus 4:32)

Ini sebuah kisah tentang dua orang sahabat karib yang sedang berjalan melintasi gurun pasir.Ditengah perjalanan, mereka bertengkar, dan salah seorang menampar temannya.

Orang yang kena tampar, merasa sakit hati, tapi tanpa berkata-kata, dia menulis diatas pasir :

HARI INI SAHABAT TERBAIKKU MENAMPAR PIPIKU


Mereka terus berjalan, sampai menemukan sebuah oasis, dimana mereka memutuskan untuk mandi.

Orang yang pipinya kena tampar dan terluka hatinya, mencoba berenang namun nyaris tenggelam, dan berhasildiselamatkan sahabatnya. Ketika dia mulai siuman dan rasa takutnya hilang dia menulis disebuah batu :

HARI INI SAHABAT TERBAIKKU MENYELAMATKAN NYAWAKU


Orang yang menolong dan menampar sahabatnya, bertanya : “kenapa setelah saya melukai hatimu, kamu menulisnya diatas pasir, dan sekarang kamu menulis diatas batu ?”

Temannya sambil tersenyum menjawab :

“ketika seorang sahabat melukai kita, kita harus menulisnya diatas pasir agar angin maaf datang berhembus dan menghapus tulisan itu

Dan bila sesuatu yang luar biasa terjadi, kita harus memahatnya diatas batu hati kita, agar tidak bisa hilang tertiup angin.

Dalam hidup ini sering timbul beda pendapat dan konflik karena sudut pandang yang berbeda. Oleh karenanya cobalah untuk saling memaafkan dan lupakan masalah lalu. Belajarlah menulis diatas pasir.

Since we all need forgiveness, we should always be forgiving.

Kolose 3:13
Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.

Read More..

December 9, 2008

CHANGE

AnakKu,
setiap malam kau berdoa padaKu,
untuk memberikan kekuatan kepadamu,
supaya kamu bisa lebih kuat.

Lebih kuat dalam apa?
Membalas orang-orang yang telah menindasmu?
Menyakiti orang-orang yang pernah menyakitimu?

AnakKu,
pernahkah kamu bertanya?
Mengapa kekuatan seperti itu tak pernah Kuberikan padamu?

Karena untuk menyakiti orang lain, tepat sekali!
Dia yang akan kausakiti itu juga anakKu yang lain.
Aku menyayanginya sama seperti Aku menyayangimu.

AnakKu,
seringkali kamu meminta orang itu untuk berubah.
Berubah sesuai dengan apa yang kamu mau.


Mengapa tidak kausuruh saja
angin untuk berubah arah,
atau sungai untuk membalikkan alirannya?
Atau mengganti cuaca dalam sekejap?

Ketahuilah anakKu,
Aku-lah yang akan mengubahkan mereka.
Aku-lah yang akan bertanggung jawab atas diri mereka.
Kamu cuma perlu mengubah dirimu sendiri,
tidak usah pedulikan orang lain.
Karena kamu hanyalah manusia.
Arah angin, cuaca dan aliran sungai pun tidak bisa kau ubahkan.
apalagi hati sesamamu.

Cukuplah kamu berubah sesuai dengan citraKu.
Orang lain yang melihat, orang lain yang menilai.
Dan orang lain akan terinspirasi.
Sisanya adalah tanggung jawabKu.

AnakKu,
ubah dirimu sendiri terlebih dulu
untuk menunjukkan kepada dunia gaya hidupmu yang baru,
gaya hidup Kristus.
Itulah bentuk tanggung jawabmu.

Your Father,
Yesus

Read More..

November 21, 2008

Berbeban Berat..

“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat,
Aku akan memberi kelegaan kepadamu” (Matius 11:28)

Percaya bahwa Tuhan berkuasa atas alam semesta, itu baik. Tetapi percaya bahwa Tuhan berkuasa atas hidup kita, itu lebih baik. Percaya bahwa Tuhan berkuasa atas segala kekuatan melahirkan mujizat. Tetapi percaya bahwa Tuhan berkuasa atas hidup kita, melahirkan ketaatan. Percaya Tuhan berkuasa atas segala kekuatan, membuka peluang kita memanfaatkan Tuhan, tetapi percaya bahwa Tuhan berkuasa atas hidup kita, membuka peluang Tuhan memanfaatkan kita.

Semakin kita terbelenggu di dalam Tuhan, semakin kita menikmati kemerdekaan. Semakin kita terbelenggu, terikat dan terpenjara oleh Tuhan, semakin kita menemukan kemerdekaan. Sebaliknya, semakin kita ingin merdeka dari Tuhan, semakin membuat kita mau suka-suka sendiri, semakin terbelenggu.

Pada dasarnya, kita adalah makhluk ciptaan-Nya. Sampai kapan pun kita akan menjadi hamba. Sampai kapan pun kita tidak akan pernah menjadi tuan, sebab kita memang pelayan. Masalahnya, apakah kita mau menjadi hamba atau pelayan Tuhan, ataukah menjadi hamba atau pelayan Iblis. Kita tidak bisa berdiri di tengah-tengah, dan menunda untuk memiliki kebulatan tekad kepada siapa kita mengabdi, yaitu kepada siapa kita menyerahkan diri. Kita tidak boleh menunda untuk kehilangan hidup. Kehilangan hidup bagi Tuhan atau kehilangan hidup bagi Iblis.

Ketika kita mengambil keputusan untuk tidak mengambil keputusan, mengambang, atau menggantung. Pada saat itulah kita memberi diri untuk jauh dari rencana Allah, jauh dari cengkeraman Tuhan, jauh dari ikatan Tuhan. Itu berarti menggiring diri ke tempat yang salah.

Orang-orang yang telah memiliki komitmen, membulatkan tekad memberi diri, melayani, dan mengabdi bagi Tuhan. Sungguh, itu pun masih bisa tergeser dari posisi yang benar. Itu pun bisa tawar hati, lemah dan jatuh. Terlebih lagi seseorang yang tidak mempunyai tekad yang mantap, bulat dan solid menyerahkan hidupnya bagi Tuhan. Marilah kita memperkarakan hal ini dengan serius.

Ada orang-orang yang semestinya bisa menuntun dan mengajarkan kebenaran-kebenaran Tuhan kepada yang belum paham. Namun, karena telah menikmati posisi yang nyaman, menjadi kurang mempedulikan Tuhan dan pekerjaan-Nya. Terlanjur menjadi Sarjana, Master atau Doktor dalam theologia, tetapi karena belum dibelenggu Tuhan, keberadaannya menjadi berbahaya. Orang itu terlanjur menjadi hebat dengan posisi besar di gereja, atau dalam institusi lembaga-lembaga Kristen lainnya, sungguh berbahaya. Orang-orang yang telah dibelenggu dan serius mengikut Tuhan saja, masih terus menggeliat, meronta, dan mau mengambil kembali apa yang telah diserahkannya kepada Tuhan. Terlebih lagi orang-orang yang belum sepenuhnya menyerahkan dirinya kepada Tuhan. Sebab itu jangan menangis kalau saudara ditinggal pacar, dikhianati pasangan hidup, atau nama kita dirusak orang. Bahkan jika usaha dagang kita merugi, atau penyakit yang merongrong dan mengancam hidup. Tetapi, “Merataplah jika engkau menemukan liarnya jiwamu.” Ratapilah jika unsur-unsur pemberontakan kepada Tuhan itu masih ada dalam dirimu.

Sampai-sampai kita berkata, “Tuhan jika begini terus, bawa sajalah aku pulang ke rumah Bapa.” Jangan menangis untuk hal-hal yang fana, sia-sia dan membuang energi, tetapi merataplah tatkala engkau tidak menemukan adanya ketertundukan (submission) yang utuh kepada Tuhan dalam dirimu. Seperti yang dikatakan Tuhan Yesus saat memikul salib di sepanjang via Dolorosa. Dengan tubuh terkoyak karena cemeti yang ujungnya berkait besi, dan berhiaskan mahkota duri di kepala-Nya. Orang-orang banyak yang menyaksikan menangisi dan meratapi-Nya, tetapi Dia berkata, “Janganlah kamu menangisi Aku, melainkan tangisi dirimu sendiri dan anak-anakmu” (Luk. 23:28).

Kita sebagai manusia adalah orang yang tidak sempurna, bahkan masih murid yang terus belajar. Syukur kalau sudah dianggap mahasiswa, tetapi yang jelas belum diwisuda. Selama kita belum diwisuda, belajarlah terus. Belajarlah firman Tuhan secara benar. Kapankah kita diwisuda? Nanti, ketika saatnya kita mati!

Sekali-kali, jangan mempersoalkan hal lain yang harus dikatakan minor. Jangan mempersoalkan hal-hal yang sebenarnya tidak utama. Yang terutama ialah, persoalkanlah diri kita di hadapan-Nya. Bagaimana kita hidup dalam ketertundukan kepada Tuhan, hingga kita bisa berkata, “Tuhan, Engkaulah hukumku.” Kalau hukum yang tertulis bisa ditafsirkan macam-macam, dan orang masih bisa membela diri. Tetapi kalau Tuhan yang menjadi hukum kita, sangat akurat. Lord, You are my law. Engkau-lah hukumku! Tidak ada gerak tubuh, fisik dan mulutku yang di luar kontrol-Mu, karena Engkau-lah Tuhan yang menjadi hukumku!

Setiap otot jiwa kita harus dilatih dan dibiasakan lentur. Manusia bisa kaya mendadak, tetapi manusia tidak bisa tunduk mendadak. Kaya, berpangkat dan terpandang secara mendadak itu bisa, karena pangkat dapat dibeli. Tetapi hati yang menunduk mendadak, itu tidak bisa. Membutuhkan waktu! Dalam sesaat kita bisa mengubah bibir dengan berkata: “Suka-suka-Mu Tuhan.” Itu mudah! Tetapi membuat hati ini lentur kepada Tuhan, tidak dapat dilakukan dalam sekejap. Jika telah terlalu lama otot ketaatan dan ketertundukan ini tidak menguasai kita, maka yang harus dilakukan adalah memperkarakan diri ini di hadapan Tuhan dengan serius. Benar kalau datang kepada Tuhan seperti saat ini, kita harus menganggap tidak punya persoalan lain kecuali diri kita sendiri. Untuk tidak memberhalakan diri, kita harus menjadi manusia Allah, dengan standar manusia Allah. Sebagaimana manusia, kita jangan memanjakan perasaan. Sebagai manusia Allah, yaitu anak-anak Allah yang dilengkapi-Nya dengan hikmat dan kuasa, untuk melakukan apa yang dikehendaki-Nya. Untuk itu, kita harus sampai dulu di perhentian ambisi, baru bisa dibentuk.

Pembacaan: Injil Matius 11:28-30.

Terlebih dulu kita harus memahami, apa yang dimaksud Tuhan dengan letih lesu dan berbeban berat. Tidak usah bertele-tele, sebab ini sangat beralasan, sederhana, alkitabiah dan jujur. Letih lesu dan berbeban berat itu adalah, hidup yang terikat dan terbelenggu, lemah dan tidak ada kebahagiaan. Ini suatu yang paradoksal. Ketika seseorang datang kepada Tuhan dengan letih lesu dan berbeban berat, Tuhan berkata: “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu” (ayat 28). Bagaimana caranya mendapatkan kelegaan itu, padahal kita sudah punya beban? Malah mau ditambah beban lagi, yaitu kuk di leher (ayat 29). Dibaca sekilas, sepertinya itu konyol. Tetapi kuk yang dipasang-Nya itu, justru membuat jiwa kita mendapat kelegaan.

Sebelum membaca ayat ini kita diberitahukan, kalau datang kepada Tuhan, bertindaklah seolah-olah hidup ini tidak mempunyai persoalan. Dari ayat ini sebenarnya ada satu yang tersirat, walau tidak tersurat secara eksplisit. Tuhan memindahkan beban atau malah menggandakan beban yang baru kepada kita.

Untuk mengerti kebenaran ini, maka kita harus memahami dulu apa itu kelegaan. Kelegaan dalam teks asli bahasa Yunani adalah anapauso. Kata ini sejajar dengan sabatton, sabat, atau berhenti dalam bahasa Ibrani. Seseorang tidak bisa belajar dari Tuhan, dalam hal ini hidup di dalam kedaulatan Allah, atau ketertundukan kepada Tuhan, tanpa dia berhenti. Dia harus berhenti dulu! Jika tidak, maka dia akan tetap dalam bebannya. Dia tidak akan bisa menikmati kelegaannya, maksudnya memindahkan beban berat yang dipikulnya.

Kenalilah didikan dan ajaran Bapa yang diteladankan-Nya, yaitu pengenalan akan Dia. Tuhan Yesus mengatakan “Bapa menyatakan kepada orang kecil” (Mat. 11:25). Kata kecil di sini merupakan misteri. Kecil bukan menunjukkan tubuh yang mungil, tetapi orang-orang yang sederhana. Kepada orang-orang sederhanalah Tuhan berkenan menyatakan ajaran-Nya, diri-Nya; oleh karenanya orang itu akan memperoleh kelegaan. Pendidikan, ajaran yang terus berkembang, dan tunduk taat karenanya.

Dalam Luk 16:11. Harta yang sesungguhnya adalah kebenaran Tuhan (aleitheia). Kalau harta masih diburu dan dikejar, maka Dia tidak bisa mengajar kita. Kita harus terlebih dulu tunduk pada kehendak-Nya. Kelegaan yang dimaksud Tuhan Yesus itu sangat bergantung pada diri kita sendiri. Kelegaan jangan salah dimengerti. Misalnya, karena sudah punya jodoh, pekerjaan atau hidup mapan. Kelegaan di sini adalah kelegaan yang datang dari Tuhan.

Kita yang telah mengenal firman-Nya, harus berani berkata: “Tuhan aku mau, aku serius mengikuti kehendak-Mu.” Kita telah sampai pada pendidikan yang Tuhan berikan. Dalam Yohanes 8:30-32 Tuhan Yesus menjelaskan, bahwa kalau kita tetap dalam firman-Nya, maka kita adalah benar-benar murid-Nya yang telah dimerdekakan. Jika sudah sampai di sini, berarti gereja-Nya sudah layak diwisuda.

Setiap orang punya bayangan hidup yang ideal. Sebagai seorang pendeta, pasti keinginannya mempunyai jemaat yang besar, gedung-gedung gereja dan perlengkapannya. Kelihatannya ini benar, tetapi itu juga salah. Kalau itu semua bukan bagiannya, tetapi hanya karena ambisi, akan tetap hidup dalam letih, lesu dan berbeban berat.

Barang siapa setia dalam perkara yang kecil dia akan mendapat perkara yang besar. Perkara kecil itu adalah soal uang, soal harta dunia, soal mamon. Kalau dalam hal harta saja kita gagal, apalagi untuk perkara yang besar.

Dalam Lukas 16:1-9, Tuhan Yesus memuji bendahara yang tidak jujur. Ini berbicara tentang persiapan sang bendahara sebelum dipecat. Dia telah mempersiapkan dirinya sebaik mungkin. Ini tentunya sebuah figurasi. Dalam ayat 9 dikatakan, mengikat persahabatan dengan menggunakan Mamon yang tidak jujur. Ini bukan pelecehan, sebab Tuhan tetap menjadi tujuan utama, fokus kita. Sedang materi itu hanyalah alat, atau sarana yang dimanfaatkan. Jelas ini bukan pelecehan kehidupan. Jika nanti orang itu hidupnya tidak dapat ditolong oleh Mamon lagi, maka dia dapat diterima di kemah abadi Tuhan.

Read More..

S E T I A

Pdt. Josia Abdisaputera
Wahyu 2:10b mengatakan bahwa barangsiapa setia sampai mati ia akan menerima mahkota kehidupan. Dalam hidup ini Tuhan mencari karakter yang setia, sebab dengan setia maka kita akan menerima penghargaan dari Tuhan. Dalam Perjanjian lama Tuhan selalu mengatakan bahwa ketika kita setia maka Tuhan akan memberikan berkatNya.
Arti kata setia berasal dari bahasa Yunani PISTO EJ (Pistos)Y yang artinya dapat dipercayai.

**Menurut kamus umum kata setia berarti tetap melakukan tugas bagaimanapun berat dan susahnya; berpegang teguh pada perjanjian. Orang yang setia hari-hari ini sangatlah sulit didapatkan. Amsal 20:6 mengatakan bahwa banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah yang menemukannya?



Saudara, suatu saat ada orang yang datang menemui ibu Theresa dengan mengatakan, ”selama ini ibu Theresa hanya melayani di kotanya di India saja. Padahal di luar masih banyak orang yang menderita kelaparan, apakah ibu Theresa tidak takut menjadi gagal.” Kemudian Ibu Theresa menjawab, ”aku dipanggil bukan menjadi orang yang berhasil namun menjadi orang yang setia.” (isn't it lovely?)



Dalam hidup ini ada 3 ujian kesetiaan

1. Masalah (Habakuk 3:17-18)

Dalam ayat ini mengandung arti yang luar biasa. Sebab di dalamnya menggambarkan adanya banyak masalah atau kondisi yang tidak menyenangkan. Namun dikatakan bahwa Habakuk tetap bersukacita. Dalam hidup ini banyak masalah yang kita alami namun justru disinilah kesetiaan kita akan diuji. Disaat kita mengalami keadaan baik mungkin bagi kita mudah untuk bersukacita. Tetapi saat kita dalam keadaan yang tidak baik apakah kita tetap setia?

Contoh : Enestil adalah seorang pengarang lagu protestan yang sangat terkenal. Namun saat ia kecil Enestil mengalami kecelakaan yang membuat ia cacat. Sehingga ia bertumbuh mejadi gadis yang cacat. Namun suatu saat ia diperkenalkan dengan seorang pemuda yang bernama Elscort. Singkat cerita Enestil dan Elscort berencana untuk menikah. Segala persiapan telah dilakukan. Namun suatu hari Enestil mendapat berita bahwa Elscort meninggal dunia saat berenang. Enestil sangat terpukul ,9 tahun lamanya ia tidak mau keluar kamar, dan hanya keluar disaat-saat tertentu. Namun hati Enestil tetap terbuka untuk Tuhan, ia berdoa meminta kekuatan untuk tetap kuat dan setia. Dan di dalam kamar itulah Enestil mendapat inspirasi untuk mengarang lagu yang boleh menguatkan orang lain untuk tetap setia dalam segala keadaan.



2. Godaan Dunia

Hari-hari ini dunia banyak sekali menyodorkan hal-hal yang membuat kita meninggalkan iman kepada Tuhan. Yakobus 4:4 mengatakan bahwa “Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah. Dalam hidup ini kita tidak dapat bersahabat dengan dunia namun sekaligus kita ikut Tuhan. Banyak orang yang imannya lemah karena mereka sulit meninggalkan kenikmatan dunia. Dan godaan dunia ini juga menyerang hamba-hamba Tuhan dalam 2 Timotius 4:10 dikatakan karena Demas telah mencintai dunia ini dan meninggalkan aku. Ia telah berangkat ke Tesalonika. Kreskes telah pergi ke Galatia dan Titus ke Dalmatia. Jadi penyebab hamba Tuhan dapat meninggalkan pelayanannya karena mereka telah mencintai dunia.sehingga kita tidak dapat setia kepada panggilan kita.



3. Waktu (2 Timotius 4:7)

Kita dituntut untuk setia tidak hanya 1 hari,1 minggu, 1 bulan atau 1 tahun, namun sampai akhir hidup kita. Sebab itu pertahankan kesetiaan kita sebab waktu kedepan akan menunjukkan kesetiaan kita.



** Misionaris dari Canada yang bernama John Geddy, mengambil keputusan untuk pergi ke pulau Vanuatu. Disana ia mengalami kesepian bahkan ia juga harus belajar bahasa Vanuatu. Sampai akhirnya ia berhasil menerjemahkan Alkitab perjanjian baru ke bahasa Vanuatu. John Geddy terus melayani sampai akhirnya ia meninggal. Dan ada tulisan bahwa saat ia pertama kali mendarat orang di kepulauan Vauatu belum ada yang mengenal Tuhan. Namun saat ia meninggal tidak ada satu orangpun yang tidak mengenal Tuhan. Ujian waktu adalah ujian yang terberat dari kesetiaan kita.

Last Updated ( Thursday, 20 November 2008 )

Read More..

Saat Hidup Mengharuskanmu Menangis

Kadangkala hidup mengharuskanmu menangis tanpa sebab. Kamu merasa sudah berbuat baik dan benar, tetapi masih banyak kritikan yang dialamatkan kepadamu. Kamu mengira keputusan yang kamu ambil sudah tepat, ternyata perkiraanmu keliru.

Jangan putus asa !! Bangkitlah !!

Matahari tanpa sinar tidak layak disebut matahari. demikian juga dirimu. kau adalah matahari yang seharusnya memancarkan sinar, sekalipun mendung kelabu menutupi pandangan orang untuk melihat keindahan cahayamu.

AKU sering melihat melihatmu marah ketika kamu melihat orang lain berhasil.
Untuk apa kamu menginginkan keberhasilan orang lain?

Bukankah AKU sudah menyediakan suksesmu sendiri?

Kamu tidak pernah mengejarnya, jadi kamu tidak pernah bisa memilikinya.

Matamu tidak terfokus kepada rancangan-Ku yang dahsyat atas hidupmu, melainkan tertuju kepada karya-Ku yang luar biasa atas hidup orang lain.

Jadilah seperti air..Selalu mengalir...melewati semua benda, menembus semua sisi dan tanpa batas.

Anak-Ku,,,jangan mau dikalahkan oleh keadaan,,tetapi kalahkan keadaaan !!

Anak-Ku yang terkasih,,,jangan sakit hati ketika kau ditegur, padahal kau merasa sudah mengerjakan yang terbaik.

Sakit hati itu hanya akan membuat tidurmu tidak nyenyak dan perasaanmu tidak nyaman.

Buanglah itu dari hatimu dan pikiranmu !

Kuasailah dirimu sedemikian rupa hingga kamu bisa mengatasi perasaan diperlakukan tidak adil, dilecehkan, diremehkan ataupun dikhianati oleh sesamamu.

Bukankah untuk itu kau hidup? untuk melihat kenyataan bahwa di dunia ini yang paling mengerti perasaanmu dan menerima dirimu apa adanya hanya AKU?

Jauhilah segala bentuk kemarahan, tetapi jangan jauhi AKU.
Anak-Ku, ingatlah hal ini baik-baik. Aku selalu mebuka tangan-Ku lebar-lebar untuk memberimu rasa aman, kapanpun kau membutuhkannya.
AKU senantiasa menyiapkan bahu untuk tempat kepalamu bersandar dan mencurahkan tangis.
AKU melakukannya karena AKU sungguh-sungguh peduli padamu !!

Ayah yang selalu mengasihimu, ,

YESUS

Read More..

"Bagaimana kalau ALLAH punya answering machine??"

Bayangkan bila pada saat kita berdoa dan mendengar ini:
"Terima kasih, Anda telah menghubungi Rumah Bapa".
Pilihlah salah satu:
* Tekan 1 untuk 'meminta'.
* Tekan 2 untuk 'mengucap syukur'.
* Tekan 3 untuk 'mengeluh'.
* Tekan 4 untuk 'permintaan lainnya'."

Atau, bagaimana jika Allah memohon maaf seperti ini:
"Saat ini semua malaikat sedang membantu pelanggan lain. Tetaplah menunggu. Panggilan Anda akan dijawab berdasarkan urutannya."

Bisakah Anda bayangkan bila pada saat berdoa, Anda mendapat respons seperti ini:
"Jika Anda mau bicara dengan Malaikat Gabriel, tekan 1.
Dengan Malaikat Mikhail, tekan 2.
Dengan malaikat lainnya, tekan 3.
Jika Anda ingin mendengar nyanyian Raja Daud saat Anda menunggu, tekan 4.

"Untuk mengetahui apakah orang yang Anda kasihi akan dipanggil ke Rumah Bapa, masukkanlah nomor KTP-nya.
Untuk pesan tempat di Rumah Bapa, tekanlah Y, O, H, A, N, E, S dan tekan 3,1, 6."

"Untuk jawaban pertanyaan tentang dinosaurus, umur bumi, dan di mana bahtera Nuh berada, silahkan tunggu sampai Anda tiba di sini."

Atau bisa juga Anda mendengar ini :
"Komputer kami menunjukkan bahwa Anda telah satu kali menelpon hari ini, Silakan mencoba kembali esok hari."

"Kantor ini ditutup pada akhir minggu. Silakan menelpon kembali hari Senin setelah pukul 9 pagi."

Namun puji Tuhan, Allah kita mengasihi kita, Anda dapat menelponNya setiap saat !!!
Anda hanya perlu untuk memanggilnya sekali dan Tuhan mendengar Anda.

Karena Yesus, Anda tidak akan pernah mendapat nada sibuk.
Tuhan menerima setiap panggilan dan mengetahui siapa pemanggilnya secara pribadi.

Ketika Anda memanggil dan Tuhan akan menjawab; Anda akan menangis minta tolong dan DIA akan berkata : "Ini AKU". ( Yesaya 58 :9 ).

Ketika Anda memanggil, gunakan Nomor Telepon Darurat dibawah ini

* Saat Berduka Cita, putar Yohanes 14.
* Ketika dikecewakan sesama, putar Mazmur 27.
* Jika Anda ingin berbuah, putar Yohanes 15.
* Ketika Anda Berdosa, putar Mazmur 51.
* Ketika Anda kawatir, putar Matius 6:19-34.
* Ketika Anda dalam bahaya, putar Mazmur 91.
* Ketika Tuhan terasa jauh, putar Mazmur 139.
* Ketika Iman Anda perlu dikuatkan putar Ibrani 11.
* Ketika Anda merasa sendiri dan takut, putar Mazmur 23.
* Ketika hidup Anda sedang dalam kepahitan, putar I Korintus 13.
* Untuk Rahasia kebahagiaan Paulus, putar Kolose 3 : 12-17.
* Untuk Arti Kekristenan, putar I Korintus 5 : 15-19.
* Ketika Anda merasa kecewa dan ditinggalkan, putar Roma 8 :31-39.
* Ketika Anda menginginkan kedamaian dan ketenangan, putar Matius 11:25-30.
* Ketika Dunia terlihat lebih besar dari Tuhan, putar Mazmur 90.
* Ketika Anda ingin jaminan Kekristenan putar Roma 8 : 1-30.
* Ketika Anda meninggalkan rumah untuk bekerja atau bepergian, putar Mazmur 121.
* Untuk penemuan/kesempatan besar, putar Yesaya 55.
* Ketika Anda membutuhkan keberanian untuk suatu tugas, putar Yosua 1.
* Supaya dapat bergaul dengan baik terhadap sesama, putar Roma 12.
* Ketika Anda memikirkan kekayaan, putar Markus 10.
* Saat Anda mengalami depresi, putar Mazmur 27.
* Jika Anda kesulitan keuangan, putar Mazmur 37.
* Jika Anda kehilangan kepercayaan terhadap orang, putar I Korintus 13.
* Jika orang di sekitar kita tampak berlaku tidak baik, putar Yohanes 15.
* Ketika Anda putus asa dengan pekerjaan, putar Mazmur 126.
* Jika Anda menemukan bahwa dunia mengecil dan Anda merasa besar, putar
Mazmur 19.

Nomor-nomor tersebut dapat langsung dihubungi.
Operator tidak diperlukan. Seluruh saluran ke Surga terbuka 24 jam sehari!!.

Bagikan daftar telepon ini kepada orang-orang disekeliling kita.
Mana tahu mungkin mereka sedang membutuhkannya.
Jika perlu ajaklah berdoa bersama.

Selamat merenungkan.
Read More..
 
template by vio club - free blogger templates